Ilustrasi: Kaspersky
Ilustrasi: Kaspersky

Ada Risiko Keamanan di Aplikasi Pra-Instal

Teknologi teknologi cyber security kaspersky
Cahyandaru Kuncorojati • 30 Juli 2020 13:19
Jakarta: Menyusul analisis serangan pada perangkat seluler, Kaspersky mengungkap bahwa 14,8 persen penggunanya yang menjadi target malware atau adware di tahun 2019 menderita infeksi partisi sistem, sehingga menyebabkan file berbahaya tidak dapat dihapus.
 
Selain itu, aplikasi default pra-instal juga berperan di sini. Tergantung pada mereknya, risiko aplikasi yang tidak dapat dihapus bervariasi dari satu hingga lima persen terdapat pada perangkat biaya rendah, dan dapat meningkat hingga 27 persen dalam kasus ekstrem.
 
Infeksi partisi sistem mengandung risiko tingkat tinggi bagi pengguna perangkat yang terinfeksi, karena solusi keamanan tidak dapat mengakses direktori sistem yang berarti tidak dapat menghapus file berbahaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut peneliti, jenis infeksi ini menjadi cara lebih umum untuk menginstal adware,perangkat lunak yang dibuat untuk menampilkan iklan yang mengganggu.
 
Infeksi dapat terjadi melalui dua jalur ancaman memperoleh akses root pada perangkat dan menginstal adware di partisi sistem, atau melalui kode untuk menampilkan iklan masuk ke firmware perangkat bahkan sebelum berakhir di tangan konsumen.
 
Di antara ancaman yang ditemukan dalam direktori sistem, Kaspersky menemukan berbagai program berbahaya, mulai dari Trojan yang dapat menginstal dan menjalankan aplikasi tanpa sepengetahuan pengguna hingga yang paling sederhana dan tidak begitu mengancam seperti tampilan iklan, namun tetap mengganggu.
 
Dalam beberapa kasus, modul adware bahkan sudah diinstal sebelum pengguna menerima perangkat mereka, sehingga dapat mengakibatkan konsekuensi yang tidak diinginkan.
 
Misalnya, banyak ponsel cerdas memiliki fungsi yang menyediakan akses jarak jauh ke perangkat, namun jika disalahgunakan, fitur seperti itu dapat menyebabkan kompromi data pada perangkat pengguna.
 
Beberapa vendor secara terbuka mengakui menanamkan adware di ponsel cerdas mereka, sementara beberapa mengizinkannya dinonaktifkan. Sedangkan yang lainnya tidak dan mereka menggambarkannya sebagai bagian dari model bisnis untuk mengurangi biaya perangkat bagi pengguna langsung.
 
Seringkali, pengguna memiliki pilihan terbatas antara membeli perangkat dengan harga penuh, atau sedikit lebih murah namun dengan iklan seumur hidup.
 
“Analisis kami menunjukkan bahwa pengguna seluler tidak hanya secara signifikan diserang oleh adware dan ancaman lainnya, tetapi perangkat mereka juga mungkin berisiko bahkan sebelum sampai di tangan," komentar Igor Golovin , Peneliti keamanan Kaspersky.
 
"Pelanggan bahkan tidak menyangka bahwa mereka sudah menghabiskan banyak biaya untuk itu. Beberapa pemasok perangkat seluler berfokus pada memaksimalkan keuntungan melalui alat iklan dalam perangkat, bahkan jika alat tersebut menyebabkan ketidaknyamanan bagi pemilik perangkat."
 

(MMI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif