Ilustrasi
Ilustrasi

80% Bos IT Perusahaan Ingin Terapkan Private 5G

Teknologi teknologi telekomunikasi corporate transformasi digital
Cahyandaru Kuncorojati • 20 Desember 2021 11:42
Jakarta: Penyedia solusi bisnis NTT merilis laporan baru yang dikembangkan oleh Economist Impact.
 
Laporan dengan judul, ‘Private 5G here and now’, mengungkapkan wawasan dari survei yang telah dilakukan terhadap 216 CIO dan para pembuat keputusan senior dari Inggris, AS, Jepang, dan Jerman, dengan memantau tantangan-tantangan yang dihadapi industri seputar penerapan dan pengadopsian private 5G.
 
Laporan tersebut menunjukkan terdapatnya minat yang signifikan terhadap jaringan private 5G, dengan 90 persen eksekutif mengharapkan bahwa private 5G akan menjadi pilihan jaringan standar.
 
Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah perusahaan (51 persen) berencana untuk menggunakan jaringan private 5G. Implementasi akan dilakukan dalam kurun waktu enam hingga 24 bulan ke depan untuk meningkatkan keamanan, keandalan, dan kecepatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak 30 persen dari responden ini sudah menggunakan atau sedang dalam proses menerapkan jaringan private 5G. Minat yang paling signifikan dapat dilihat dari organisasi di Jerman, dengan 40 persen bisnis di Jerman telah menerapkan jaringan private 5G.
 
Hal ini diikuti oleh 28 persen perusahaan-perusahaan di Inggris, 26 persen perusahaan-perusahaan di Jepang dan 24 persen perusahaan-perusahaan di Amerika.
 
Mayoritas (80 persen) eksekutif setuju bahwa Covid-19 telah mempermudah perusahaan dalam mengamankan anggaran yang dibutuhkan untuk penerapan jaringan 5G. Tindakan ini terlihat paling kuat di Jerman (93 persen), diikuti oleh AS (83 persen), Inggris (77 persen) dan Jepang (65 persen).
 
Dengan meningkatnya ransomware, para-CIO dan CISO mencari cara untuk dapat menopang pertahanan mereka terhadap serangan yang semakin canggih. Laporan tersebut juga menemukan bahwa 69 persen eksekutif setuju bahwa keamanan infrastruktur mereka saat ini tidak cukup kuat.
 
Poin lainnya termasuk kontrol yang dilakukan pada data perusahaan (48 persen), cakupan dan kecepatan (43 persen) dan waktu respons (latensi) dari penyedia layanan mereka saat ini (40 persen).
 
Jika dibandingkan dengan teknologi seperti Wi-Fi dan 5G di ruang Publik, jaringan private 5G akan memberikan kemampuan keamanan yang jauh lebih tinggi. Sekitar 83 persen dari para eksekutif menilai bahwa peningkatan privasi dan keamanan data ingin mereka capai dengan dilakukannya penerapan jaringan private 5G. 
 
Hambatan paling umum (44 persen) yang terjadi dalam penerapan jaringan private 5G adalah mengintegrasikan teknologi dengan sistem dan jaringan yang lama.
 
Kompleksitas seputar penerapan dan pengelolaan jaringan private 5G juga disebut sebagai penghalang signifikan lainnya oleh 37 persen dari responden. Karyawan yang tidak memiliki keterampilan dan keahlian teknis untuk mengelola jaringan 5G akan menjadi hambatan paling umum ketiga yang dihadapi oleh 30 persen perusahaan.
 
“Perusahaan yang memanfaatkan private 5G akan memiliki keunggulan kompetitif yang belum pernah terjadi sebelumnya. Apakah perusahaan memiliki lantai pabrik, ruang distribusi, etalase atau ruang kantor, maka private 5G dapat secara dramatis membantu digitalisasi bisnis mereka dengan aman”, kata Shahid Ahmed, Group EVP, New Ventures and Innovation NTT.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif