Alphabet mengumumkan penutupan layanan internet via balon udara, Loon.
Alphabet mengumumkan penutupan layanan internet via balon udara, Loon.

Alphabet Tutup Perusahaan Balon Internet Loon

Teknologi teknologi google
Lufthi Anggraeni • 22 Januari 2021 10:01
Jakarta: Alphabet, induk perusahaan Google mengumumkan penutupan Loon, divisi perusahaan yang menyediakan internet dari balon udara. Hal ini disampaikannya melalui unggahan di blog resmi divisi moonshot Alphabet.
 
Dalam blog tersebut pemimpin X Astro Teller mengungkap bahwa jalan menuju kelangsungan komersial telah terbukti jauh lebih lama dan lebih berisiko dari yang diharapkan. Dalam beberapa bulan mendatang, Alphabet akan mulai menghentikan operasional Loon dan tidak lagi menjadi bagian dari Other Bet di Alphabet.
 
Alphabet meluncurkan Loon pada bulan Juni 2013 lalu, kemudian diluncurkan sebagai layanan internet komersial pertamanya di Kenya pada bulan Juli 2013. DI wilayah Kenya, Loon mempersiapkan sekitar 35 balon yang mencakup area seluas 50.000 Km persegi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Loon juga menyediakan layanan internet kepada area yang terdampak oleh bencana alam, dengan menempatkan balon di Puerto Rico setelah dilanda Topan Maria pada tahun 2017 lalu, dan Peru setelah dilanda gempa bumi pada tahun 2019.
 
Teller menyebut bahwa Loon berupaya untuk menempatkan pegawai di peran lain di X, Google dan Alphabet. Sekelompok kecil dari tim Loon disebut Teller akan tetap tinggal untuk memastikan operasional Loon diselesaikan dengan mulus dan aman, termasuk menghentikan layanan pilot Loon di Kenya.
 
Untuk mendukung upaya tersebut di Kenya yang mungkin akan terdampak oleh penghentian layanan Loon, Loon mempersiapkan dana sebesar USD10 juta untuk mendukung organisasi nonprofit atau bisnis di Kenya yang didedikasikan untuk konektivitas, internet, entrepreneurship dan pendidikan. 
 
Loon bukanlah satu-satunya moonshot yang akan ditutup oleh Alphabet. Perusahaan ini juga menghentikan operasional Makani, ditujukan untuk memanfaatkan turbin angin yang terpasang di layang-layang guna menciptakan listrik terbarukan pada tahun 2020 lalu.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif