AS Potong Durasi Visa Warga Tiongkok yang Belajar Teknologi

Ellavie Ichlasa Amalia 31 Mei 2018 14:05 WIB
teknologi
AS Potong Durasi Visa Warga Tiongkok yang Belajar Teknologi
Ilustrasi. (VCG via Getty Images)
Jakarta: Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka akan memotong durasi visa yang diberikan pada warga negara Tiongkok.

Tujuannya adalah mencegah terjadinya pencurian properti intelektual AS, yang diduga terjadi, menurut laporan Associated Press. Meskipun proses aplikasi visa tidak berubah, warga Tiongkok yang bekerja atau belajar di bidang tertentu akan lebih sulit mendapatkan visa.

Mulai 11 Juni, durasi visa yang diberikan pada warga Tiongkok bisa dibatasi petugas konsulat AS dan tidak akan diberikan dengan durasi paling lama secara otomatis seperti selama ini. 


Pihak pemerintah AS mengatakan bahwa mahasiswa S2 Tiongkok hanya mendapatkan visa satu tahun jika mereka memelajari bidang robotik, manufaktur teknologi tinggi atau penerbangan. Ketiganya merupakan bidang yang menjadi fokus nasional Tiongkok. 

Jika seorang warga Tiongkok bekerja sebagai peneliti atau manajer dari salah satu perusahaan Tiongkok yang masuk di daftar Departemen Perdagangan AS, permintaan visa akan memerlukan izin dari beberapa badan AS. Proses ini akan membuat pengajuan visa memakan waktu berbulan-bulan. 

Sayangnya, tidak diketahui perusahaan apa saja yang masuk dalam daftar Departemen Perdagangan.

Namun, mengingat ZTE dan Huawei kini di bawah pengawasan ketat, maka kemungkinan, perusahaan mobile dan perusahaan yang bekerja di teknologi serupa akan masuk ke dalam daftar tersebut. 



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.