Penggunaan Aplikasi Sehati dan alat medis TeleCTG sudah tiga bulan pelaksanaannya.
Penggunaan Aplikasi Sehati dan alat medis TeleCTG sudah tiga bulan pelaksanaannya.

TeleCTG Ingin Bantu Cepat Tangani Ibu Hamil via Aplikasi

Teknologi kesehatan teknologi aplikasi startup
Mohammad Mamduh • 28 Februari 2019 10:53
Jakarta: Sehati TeleCTG bersama Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal menggelar sosialisasi dan implementasi penggunaan aplikasi Sehati dan alat medis TeleCTG di daerah terpencil di Indonesia, dimulai di Kabupaten Kupang.
 
Pihak TeleCTG menyebut program bertujuan menyediakan pemerataan pelayanan tenaga kesehatan melalui ekosistem mereka. Alasan Kabupaten Kupang sendiri karena merupakan salah satu daerah di Indonesia yang punya angka kematian ibu dan anak yang cukup tinggi.
 
Salah satu tantangan terbesar untuk mengatasi hal tersebut adalah penyediaan tenaga kesehatan terlatih khususnya Dokter dan Bidan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Proyek perdana ini digelar selama 3 bulan, dan sudah dimulai sejak Desember 2018. Tim Sehati bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang mengklaim telah memilih 14 Bidan dari 14 Puskesmas di Kabupaten Kupang.
 
Mereka diberikan pelatihan dan penyampaian materi tentang faktor resiko gangguan kehamilan dan cara penggunaan alat medis TeleCTG oleh Dr. Ari Waluyo, SpOG, CEO dan Founder Sehati TeleCTG. Tidak hanya materi yang disampaikan, para Bidan juga melakukan praktik langsung ke ibu hamil menggunakan Aplikasi Bidan Sehati dan alat medis TeleCTG.
 
Dr. Ari menjelaskan bahwa monitoring yang dilakukan oleh Tim Sehati, selain melihat langsung penggunaan Aplikasi Sehati dan alat medis TeleCTG, juga memastikan para Bidan yang telah mendapatkan pelatihan dapat menggunakan Aplikasi Sehati dan alat medis TeleCTG dengan baik.
 
“Secara geografis, letak setiap Puskesmas di Kabupaten Kupang cukup berjauhan, jika ditempuh dari RSUD Kabupaten Kupang, terdapat Puskesmas yang jaraknya lebih dari 250 kilometer," kata Dr. Ari Waluyo, SpOG, CEO dan Founder Sehati TeleCTG kepada Medcom.id.
 
"Bukan hanya jaraknya yang jauh, aksesnya juga sulit. Hal ini yang membuat para Bidan harus lebih cepat saat merujuk Ibu Hamil, bukan hanya cepat namun harus tepat."
 
Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang yang sudah ikut membantu berjalannya program ekosistem Sehati TeleCTG ini sangat terbantu untuk melakukan monitoring kesejahteraan ibu hamil dengan diberikan dashboard khusus.
 
Diharapkan dengan adanya dashboard ini, Dinas Kesehatan dapat lebih cepat mengetahui data di lapangan meskipun daerah terjauh sekalipun, juga dapat melakukan intervensi secara tepat sesuai kasus yang terjadi di lokasi tersebut.
 
Sehati TeleCTG mengklaim memfasilitasi bidan yang tergabung selama pilot project ini untuk mengikuti kelas online. Di kelas online ini Bidan mendapatkan materi oleh dokter spesialis, materi yang diberikan adalah materi-materi tentang kasus yang paling banyak terjadi di lapangan.
 
Penggunaan Aplikasi Sehati dan alat medis TeleCTG sudah tiga bulan pelaksanaannya. Pada tahap ini para bidan sudah memasukan data lebih dari 300 ibu hamil dan terdeteksi berbagai macam faktor resiko yang dimiliki oleh ibu hamil. Adapun faktor resiko terbanyak yaitu Anemia dan KEK (Kekurangan Energi Kronis).
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif