500 laptop ASUS terancam malware. (pexels/tookapic)
500 laptop ASUS terancam malware. (pexels/tookapic)

Update Diretas Malware, 500 Ribu Laptop ASUS Terancam?

Teknologi asus cyber security
Cahyandaru Kuncorojati • 26 Maret 2019 16:22
Jakarta: Perusahaan keamanan siber Kaspersky Lab menemukan bahwa peretas sudah melakukan pembajakan terhadap update ASUS yang disebut mengancam sekitar 500 ribu laptop ASUS.
 
Dijelaskan Kaspersky Lab bahwa peretas menanamkan malware yang akan memberikan backdoor saat update terpasang di laptop korban. Backdoor akan memberikan kesempatan bagi peretas untuk melakukan serangan dengan malware lainnya.
 
Pihak Kaspersky Lab menyebutkan bahwa kasus ini sudah terjadi di bulan Juni hingga November 2018. Serangan yang memberikan backdoor ini dianggap sangat berbahaya karena bisa mengambil alih penuh kontrol perangkat korbannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam serangan yang dilancarkan, malwre akan mencari sistem atau identitas perangkat korban melalui MAC Address yang dimiliki setiap perangkat. Saat sudah berhasil menemukan informasi MAC Adress, malware akan memberitahukan server peretas bahwa perangkat korban siap dikendalikan.
 
Kaspersky Lab mengklaim mereka sudah memberitahukan ASUS pada Januari 2019 namun saat itu pihak ASUS menyangkalnya. Pihak ASUS tengah melakukan investigasi mendalam.
 
"Untuk issue ini, kita sudah cek ke headquarter. Saat ini merea sedang mendalami kasus tersebut dan mencari solusinya," ungkap Head of Public Relations ASUS Indonesia, Muhammad Firman. Kasus ini sudah diinvestigasi juga oleh ASUS di Indonesia.
 
"Secara pasti belum ada informasi spesifik terkait dampaknya terhadap pengguna notebook ASUS di Indonesia. Kami akan informasikan setelah kami mendapatkan informasi lengkap dari headquarter," imbuhnya.
 
Direktur Kaspersky Global Research & Analysis Team, Costin Raiu menyebutkan bahwa malware ini cukup berbahaya karena bisa menyusup ke dalam sistem tanpa terdeteksi.
 
Pihak Kaspersky Lab menyebut mereka sudah menyediakan sebuah halaman situs untuk memudah proses deteksi apabila MAC Address mereka menjadi target serangan.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif