Facebook tetap lacak non-pengguna via aplikasi Android. (Photo by JOEL SAGET / AFP)
Facebook tetap lacak non-pengguna via aplikasi Android. (Photo by JOEL SAGET / AFP)

Facebook Bisa Lacak Non-Pengguna via Aplikasi Android

Teknologi media sosial facebook
Ellavie Ichlasa Amalia • 01 Januari 2019 11:45
Jakarta:Facebook melacak para pengguna Android melalui beberapa aplikasi populer, meskipun mereka bukanlah pengguna Facebook.
 
Jika Anda memutuskan untuk tidak lagi menggunakan Facebook karena khawatir akan cara mereka mengumpulkan data, ada kemungkinan media sosial itu tetap mengumpulkan data Anda.
 
Facebook mengumpulkan data non-pengguna melalui puluhan aplikasi Android populer. Aplikasi-aplikasi itu akan mengirimkan informasi pribadi ke Facebook. Beberapa aplikasi itu antara lain Kayak, Yelp, dan Shazam, menurut laporan dari Privacy International yang dilaporkan pada 35C3.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Facebook secara rutin melacak pengguna, non-pengguna, pengguna yang telah keluar dari platform mereka menggunakan Facebook Business Tools," menurut laporan itu.
 
"Developer apilkasi membagikan data ke Facebook melalui Facebook Software Development Kit (SDK)."
 
Privacy International meninjau 34 aplikasi Android. Masing-masing aplikasi itu telah diunduh sebanyak 10 sampai 500 juta kali. Setiap aplikasi membagikan data yang berbeda pada Facebook.
 
Misalnya, Kayak memberikan data berupa data pencarian sementara apilkasi King James Bibble membagikan data berupa pasal dan ayat yang diakses pengguna, lapor Threatpost.
 
Para peneliti mengatakan, kebanyakan aplikasi membagikan data berupa kapan aplikasi dibuka dan ditutup. Sementara perangkat Android digunakan untuk menentukan lokasi pengguna berdasarkan bahasa yang digunakan dan zona waktu pada ponsel.
 
Facebook hanyalah salah satu dari ratusan perusahaan yang melacak pergerakan masyarakat dan mengumpulkan data untuk dijual ke perusahaan marketing.
 
Data itu akan digunakan oleh perusahaan marketing untuk menentukan target iklan sebuah produk. Facebook adalah perusahaan pengumpul data terbesar kedua setelah Google.
 
"Alasan kami fokus pada Facebook, dan bukan Google atau perusahaan pelacak informasi pengguna lainnya, adalah karena banyak orang yang kaget ketika tahu bahwa aplikasi seperti aplikasi jadwal menstruasi dan aplikasi senter membagikan data pengguna ke Facebook," kata Frederike Kaltheuner, peneliti Privacy International.
 
"Terutama bagi orang-orang yang memang sengaja menghindari Facebook."
 
Salah satu temuan dalam penelitian Privacy International adalah 61 persen dari 34 aplikasi yang diuji secara otomatis mengirimkan data ke Facebook ketika pengguna membuka aplikasi.
 
Sebagian aplikasi juga secara rutin mengirimkan data pengguna secara detail dan terkadang, data yang dikirimkan bersifat sensitif. Data pengguna tetap dikirimkan meski pengguna telah keluar dari akun Facebook atau bahkan tidak memiliki akun Facebook.
 
Peneliti Privacy International Christopher Weatherhead mengatakan bahwa fokus dari penelitiannya bukanlah untuk menyalahkan para developer aplikasi.
 
"Kami tidak bertujuan untuk mengkritik para developer terkait cara mereka membuat aplikasi mereka. Ini tentang SDK dan cara ia mengirimkan data dengan atau tanpa izin pengguna," katanya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif