Huawei mengunggah dua video teaser untuk smartphone unggulan terbarunya, Mate 30 series.
Huawei mengunggah dua video teaser untuk smartphone unggulan terbarunya, Mate 30 series.

Huawei Unggah 2 Teaser untuk Mate 30

Teknologi huawei
Lufthi Anggraeni • 10 September 2019 10:10
Jakarta: Huawei mengunggah dua video teaser untuk smartphone terbarunya, Mate 30. Video ini ditujukan untuk mempertahankan ketertarikan masyarakat terhadap produk Huawei setelah perusahaan ini mengumumkan chipset Kirin 990 di versi 5G di ajang IFA 2019.
 
Sebagai informasi, Kirin 990 merupakan chipset unggulan terbaru Huawei yang juga akan mendukung perangkat unggulan terbaru perusahaan asal Tiongkok ini. GSM Arena melaporkan bahwa video ini menampilkan pesan inspirasional samar, berbasis slogan Rethink Possibilities.
 
Bagian paling menarik dari video pertama adalah lensa kamera pada bagian akhir, menampilkan informasi panjang fokal yaitu 20-35mm. Panjang fokal ini tidak sesuai dengan prediksi untuk ponsel ini sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan video kedua mengusung durasi lebih panjang dan lebih jelas jika dibandingkan dengan video teaser pertama. Video kedua ini mengesankan kombinasi dari fitur pengisian daya baterai cepat dan performa kamera pada kondisi pencahayaan redup.
 
Selain itu, video teaser kedua juga menampilkan fitur slow-motion, diperkirakan dimungkinkan berkat dukungan Kirin 990. Sebagai informasi, Kirin 990 menjadi chipset HiSilicon pertama berbekal kemampuan merekam video 4K/60, meski kemampuan slow-mo belum diumumkan.
 
Hal ini mengindikasikan peningkatan kemampuan yang dihadirkan Huawei pada kamera dan chipset di smartphone barunya tersebut. Selain itu, Huawei masih memiliki masalah software utama yang perlu diselesaikan, yaitu ketidakmampuan untuk mengakses Google Play Service.
 
Solusi yang disiapkan Huawei tersebut diperkirakan akan diumumkan pada acara pengumuman Mate 30 series di Munich, Jerman pada 19 September mendatang. Persiapan Huawei terkait peluncuran smartphone terbarunya menunjukan semangat perusahaan ini di tengah perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang kerap menyudutkan posisi Huawei.
 
Hingga saat ini, Huawei masih mencoba berdiri tegak di tengah terpaan masalah ini, namun kini perusahaan asal Tiongkok ini mendapat pembelaan dari perusahaan asal Amerika Serikat, salah satunya adalah Microsoft.
 
Microsoft disebut menjadi salah satu perusahaan teknologi Amerika Serikat yang kurang setuju dengan sikap pemerintahan negaranya terutama Presiden Donald Trump yang selalu membawa Huawei sebagai senjata mendesak Tiongkok.
 
President and Chief Legal Officer Microsoft, Brand Smith, menuduh pemerintah Amerika Serikat bersikap tidak seperti warga negaranya atau tidak adil dalam memperlakukan perusahaan teknologi Tiongkok. Kabar ini diperoleh dari wawancara dengan Smith.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif