Teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu faktor pendukung penting di layanan digital.
Teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu faktor pendukung penting di layanan digital.

Kecerdasan Buatan, Pendukung Penting Layanan Digital

Teknologi microsoft kecerdasan buatan
Lufthi Anggraeni • 26 Juni 2019 19:51
Jakarta: Studi yang dilakukan Microsoft dan IDC terkait dengan kepercayaan konsumen terhadap organisasi dan perusahaan penyedia layanan menyebut bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu faktor pendukung penting di layanan digital.
 
“AI saat ini bukan lagi menjadi hal yang aneh, bahkan telah menjadi hal umum. AI juga telah menjadi bagian penting bagi Microsoft, karena kami yakin AI bisa membantu konsumen dalam meningkatkan kehidupan mereka,” ujar Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee.
 
Studi Microsoft dan IDC menyebut bahwa tingkat kesadaran konsumen Indonesia terhadap teknologi AI tinggi. Kesadaran konsumen terhadap AI disebut studi IDC ini berkat ketersediaan informasi dari berbagai sumber, diakui 52 persen partisipan studi berasal dari media.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, studi ini juga menyebut bahwa sebesar 71 persen konsumen di Indonesia memiliki ekspektasi positif terkait dengan masa depan AI.
 
Head of Operations IDC Indonesia Meivira Munindra menyebut ekspektasi positif konsumen Indonesia ini lebih tinggi dari tingkat rata-rata konsumen di Asia Pasifik, sebesar 49 persen.
 
Sebesar 86 persen konsumen Indonesia mengaku percaya bahwa teknologi AI bukan menggantikan mereka dalam bidang pekerjaan, namun justru membantu mempermudah dan meningkatkan performa pekerjaan.
 
Sebesar 15 persen konsumen Indonesia menyebut bahwa kehadiran AI mengurangi peluang mereka dalam melakukan rutinitas pekerjaan berulang, sedangkan 49 persen optimis bahwa AI dapat membantu melakukan pekerjaan dengan lebih baik.
 
Partisipan studi ini, terdiri dari generasi Z, generasi Y, generasi X, dan generasi Baby Boomer, meyakini bahwa pemerintah dan perusahaan teknologi menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam memastikan AI dimanfaatkan dengan baik, dengan masing-masing persentase sebesar 43 persen dan 41 persen.
 
Namun, sebesar 48 persen generasi Z dan 43 persen generasi Baby Boomer, menyebut bahwa perusahaan teknologi perlu turut berperan dalam mengatur regulasi terkait etika penggunaan AI.
 
Sementara itu, studi terkait kepercayaan konsumen ini turut menyebut bahwa membangun kepercayaan konsumen tidak hanya menjadi tugas perusahaan penyedia layanan, terutama perusahaan teknologi, namun juga menjadi pekerjaan rumah pemerintah.
 
Namun, baik generasi Z sebesar 48 persen, generasi Y sebesar 47 persen, generasi X sebesar 42 persen, dan generasi Baby Boomer sebesar 49 persen yang menjadi partisipan studi ini sepakat bahwa perusahaan teknologi sebagai pihak dengan peran besar dalam membangun kepercayaan konsumen.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif