Foto: Getty Images
Foto: Getty Images

Tahun Depan, Samsung Mungkin Hanya Punya Satu Smartphone Flagship

Teknologi samsung
Mohammad Mamduh • 17 September 2019 14:19
Jakarta: Samsung selama ini dikenal dengan dua kelas smartphone premium Galaxy S dan Galaxy Note.
 
Saat pertama kali memperkenalkan Galaxy Note dalam ajang IFA 2011, Samsung terus menggulirkan generasi anyar ponsel tersebut dengan ukuran layar yang semakin besar. Ditambah dengan inovasi yang membuat bezel layar lebih tipis.
 
Hal yang sama juga berlaku untuk Galaxy S, dan sampai Galaxy S10 hadir, perbedaan kedua rumpun smartphone premium ini semakin tipis. Selain itu, faktor pembeda yang paling teerlihat sat ini adalah keberadaan S Pen di rumpun Galaxy Note.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karena itu, dalam beberapa tahun terakhir muncul rumor bahwa Samsung akan menyatukan Galaxy S dan Note. Ini memungkinkan Samsung hanya perlu meluncurkan satu produk premium setiap tahunnya.
 
Samsung sendiri telah membantah isu tersebut. Dikutip dari BGR, Samsung membuktikannya dengan terus menggarap Note, terutama setelah kasus Note 7 yang cukup fatal. Rumor ini muncul dari leakster Evan Blass, yang melihat Galaxy S dan Note ‘menyatu’, paling cepat tahun depan.
 
“Samsung saat ini sedang meendiskusikan masa depan Galaxy, termasuk menghilangkan pemisah antara S dan Note. Hasilnya bisa hadir dalam banyak kemungkinan, seperti Galaxy One atau S11,” ungkap Blass lewat akun Twitter.
 
Ia juga menyebut kedua rumpun Galaxy S semakin tidak bisa dibedakan, sehingga mungkin saja ada Galaxy S yang dilengkapi S Pen. Kabar berikutnya yang bereedar adalah rencana Samsung mengganti jadwal peluncuran Note pada paruh kedua setiap tahun, dengan ponsel lipat seperti Galaxy Fold.
 
Namun, itu beergantung kesuksesan generasi pertamanya, dan bisa jadi di masa depan, rumpun ponsel lipat terbaru Samsung akan hadir setiap tahun. Galaxy Fold sejauh ini diklaim sukses. Ini karena Samsung dinilai berani menghadirkan inovasi yang belum pernah dilakukan kompetitor.
 
Sayangnya, respons negatif muncul dari konsumen karena berbagai masalah, seperti pelindung layar yang dilepas bisa membuat perangkat langsung rusak. Ini juga menjadi tanda Samsung belum sangat siap dalam merancang ponsel lipat yang punya ketahanan lebih baik.
 
Ditambah lagi, produksi Galaxy Fold yang tidak murah dan mudah, sehingga harganya juga tergolong selangit. Mengubah Galaxy Fold menjadi ponsel unggulan yang hadir tahunan bisa meenjadi tantangan berat Samsung. Jika menjadwalkan varian terbarunya pada tahun 2020, langkah tersebut cukup berisiko.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif