(ketiga dari kiri) Ketua Asosiasi Internet of Things Indonesia, Teguh Prasetya dan (ketiga dari kanan) Plt Direktur Ekonomi Digital, Ditjen APTIKA Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dr. I Nyoman Adhiarna.
(ketiga dari kiri) Ketua Asosiasi Internet of Things Indonesia, Teguh Prasetya dan (ketiga dari kanan) Plt Direktur Ekonomi Digital, Ditjen APTIKA Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dr. I Nyoman Adhiarna.

Industri E-commerce Didorong Manfaatkan Teknologi IoT

Teknologi
Cahyandaru Kuncorojati • 20 Oktober 2019 13:19
Jakarta: Semakin masif adopsi teknologi internet untuk kebutuhan e-commerce ternyata masih membuka peluang untuk teknologi lain masuk. Misalnya, Internet of Things (IoT) untuk bisa mempercepat pertumbuhan industri tersebut.
 
Dalam sebuah acara bernama e2eCommerce yang digelar beberapa waktu lalu, PT Omni eComm Expo menggandeng Asosiasi IoT Indonesia memamerkan solusi pintar berbasis IoT yang bisa digunakan oleh perusahaan yang ikut memanfaatkan tren e-commerce.
 
Beberapa solusi pintar yang ditawarkan oleh exhibitor di antaranya teknologi Big Data, pemasaran digital, aplikasi mobile, manajemen logistik, solusi pembayaran, dan lain-lain. Solusi ini ditujukan bagi perusahaan yang tengah memanfaatkan platform ecommerce atau ingin menciptakan layanannya sendiri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengutip penelitian Google dan Temasek, belanja online di Indonesia diperkirkakan tumbuh 21 persen tiap tahun, mencapai 119 juta pembeli online pada 2025. Direktur PT Ombi eComm Expo, James Boey, meyakini e-commerce tumbuh tidak terbatas dan bisa dimanfaatkan bisnis lokal untuk ekspansi global.
 
"Kami percaya kehadiran ini penting untuk melengkapi program pilihan e2eCommerce Indonesia untuk membantu perusahaan mengembangkan dan menghadirkan kapabilitas baru secepat mungkin," ungkapnya.
 
"Tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang bagi e2eCommerce Indonesia untuk membantu komunitas bisnis lokal dan mempersiapkan kompetensi global yang mempercepat ekspansi regional. Perusahaan perlu memulai menerapkan solusi IoT pintar," ujarnya.
 
Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia, Tegu Prasetya menyambut pameran ini snagat positif. Di satu sisi dia melihat kesempatan ini jadi peluang bagi pengembang IoT lokal agar karyanya dikenal dan dimanfaatkan oleh industri e-commerce.
 
"Bakat lokal penggagas IoT akan terpapar saat memamerkan kontribusi mereka untuk proses industri dalam berbagai aspek eCommerce, ritel, dan logistik," jelasnya.
 
"Potensi IoT yang luas memungkinkan pemrosesan data lebih cepat dan pergerakan informasi lebih aman untuk personalisasi pengalaman eCommerce yang lebih baik," ungkap Teguh.
 
Acara e2eCommerce Indonesia 2019 dihadiri oleh 2.500 partisipan dan lebih dari 80 eksibitir dari enam negara. Tercatat ada lebih dari 1.800 pengunjung selama acara berlangsung dua hari.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif