Ilustrasi.
Ilustrasi.

Facebook Ragu Libra Bisa Diluncurkan

Teknologi facebook cryptocurrency
Cahyandaru Kuncorojati • 31 Juli 2019 12:32
Jakarta: Terus didera beragam protes dan keraguan mengenai Libra miliknya, kini Facebook dikabarkan ragu bahwa calon bisnis barunya bisa diluncurkan. Libra direncanakan rilis tahun 2020.
 
Kabar ini beredar dari bocoran dokumen laporan finansial kuartal terbaru Facebook. Laporan tersebut juga dibagikan kepada investor Facebook, terutama yang berinvestasi di Libra. Menariknya, Facebook justru memberikan peringatan kepada investor bahas Libra mungkin dihentikan.
 
Dikutip dari Coindesk,pihak Facebook dalam laporannya menyatakan bahwa Libra mendapatkan banyak tantangan regulasi, terutama dari negara asalnya sendiri yaitu Amerika Serikat. Facebook hanya menuliskan bahwa Libra mungkin tidak akan tersedia pada waktu yang direncanakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hukum atau regulasi serta investigasi yang berkaitan dengannya mungkin akan memperlambat atau menunda peluncuran mata uang Libra begitupun dengan pengembangan produk dan layanan kami, meningkatkan biaya operasional, serta bakal membutuhkan waktu pengelolaan dan perhatian besar dengan kata lain bisa menggangu bisnis kami," tulis Facebook dalam laporan tersebut.
 
Facebook menyadari perdebatan negatif mengenai layanan Libra di berbagai negara. Bahkan di dalam laporan tersebut, Facebook menyatakan telah memprediksi bahwa perdebatan akan terus berlanjut.
 
Saat proyek Libra diperkenalkan Facebook pada bulan Juni, mereka mengklaim sudah mengetahui kondisinya akan seperti ini. Namun, mereka tetap membela diri dengan menyatakan bahwa pengumuman tersebut sebagai langkah awal dan baik untuk memberikan transparansi dan edukasi mengenai Libra, dikutip dari CNBC.
 
Jadi sejauh ini pihak Facebook tidak menyatakan akan menghentikan Libra namun besar kemungkinan uang kripto ini tidak akan dirilis sesuai rencana awal. Bahkan Facebook mengakui proyek Libra bisa dihentikan suatu hari nanti.
 
Libra adalah mata uang digital global Facebook yang dimaksudkan untuk merangkul mereka yang tidak memiliki akses ke layanan perbankan. Diperkirakan 1,7 miliar orang tidak memiliki rekening bank.
 
Facebook sendiri sebetulnya tidak akan mengelola Libra melainkan hanya sebagai penyedia teknologi layanannya.
 
Libra akan dikelola oleh Asosiasi Libra, sebuah organisasi nirlaba yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss. Anggota Asosiasi meliputi Mastercard, PayPal, PayU (lengan fintech Naspers), Stripe, Visa, eBay, Facebook/Calibra, Farfetch, Lyft, Mercado Pago, Spotify AB, Uber Technologies Inc, Iliad, Grup Vodafone, Anchorage, Bison Trails, Coinbase Inc, Xapo Holdings Limited, Andreessen Horowitz, Ribbit Capital, dan masih banyak lagi.
 
Asosiasi Libra mengawasi pengembangan token Libra, cadangan aset dunia nyata yang mendukung mata uang kripto, dan aturan yang mengatur blockchain. Asosiasi berharap memiliki 100 anggota pada saat peluncuran Libra.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif