BukuWarung mendukung UMKM kembali pulih setelah menghadapi pandemi.
BukuWarung mendukung UMKM kembali pulih setelah menghadapi pandemi.

BukuWarung Kuatkan Pencatatan Digital untuk Bisnis UMKM

Teknologi teknologi aplikasi startup
Lufthi Anggraeni • 22 Oktober 2021 14:08
Jakarta: Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama hampir dua tahun ini berdampak signifikan pada ekonomi Indonesia, salah satunya yang digerakan oleh usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
 
Kini, kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia berangsur membaik, meski dampak dari wabah ini di berbagai bidang masih memerlukan hingga dapat pulih seperti sediakala. Kondisi ini memunculkan tantangan bagi pelaku UMKM untuk membangkitkan usaha mereka.
 
Salah satunya adalah menghindari kekeliruan yang berpotensi menghambat usaha yang baru dirintis kembali. Untuk itu, pencatatan keuangan disiplin dan evaluasi berkelanjutan menjadi kunci agar pelaku UMKM di Indonesia mampu bertahan dan melanjutkan bisnis di era pasca pandemi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“UMKM merupakan ujung tombak pemulihan ekonomi nasional pasca-pandemi. UMKM pula yang nanti akan membawa Indonesia menjadi pemain ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara seperti yang ditargetkan pemerintah Indonesia,” ujar Director of Merchant Experience BukuWarung Adi Harlim.
 
Adi juga menyebut bahwa untuk mewujudkan visi tersebut, BukuWarung meyakini perlunya peningkatan kapabilitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi. Keyakinan ini juga didukung oleh menurut studi internal yang dilakukan BukuWarung.
 
Pada studi tersebut, BukuWarung mendapati bahwa pelaku UMKM bidang ritel atau pedagang rata-rata menghabiskan waktu hingga delapan jam per minggu untuk pengelolaan transaksi penjualan, pengeluaran dan kredit secara manual.
 
Proses ini dinilai cenderung membosankan sehingga kerap diabaikan dan dilewatkan oleh pelaku UMKM. Selain itu, pencatatan manual disebut BukuWarung juga memiliki risiko kesalahan tinggi dan rawan hilang atau rusak. 
 
Dengan demikian, hal Ini dapat menyebabkan pelaku UMKM melewatkan pembayaran dari pelanggan, bahkan mengakibatkan gagal bayar hingga 12 persen. Untuk membantu UMKM di bidang ini, BukuWarung menghadirkan sejumlah solusi pencatatan keuangan usaha.
 
Solusi tersebut meliputi pembukuan transaksi usaha, serta pelaporan finansial berjangka, terdiri dari harian, mingguan dan bulanan. BukuWarung turut menyebut bahwa solusi ini juga dapat digunakan untuk pengajuan permodalan.
 
Selain itu, aplikasi BukuWarung juga memiliki pencatatan pengelolaan utang dan dana pribadi, serta fitur pengingat jatuh tempo piutang, yang juga dapat menagihkan utang tersebut kepada pelanggan secara otomatis.
 
Sebagai informasi, saat ini BukuWarung yang berdiri sejak 2019 mencatatkan jumlah pengguna sebanyak 6,5 juta pelaku UMKM. Pelaku UMKM ini tersebar di lebih dari 500 kota atau kabupaten berbagai kota, kabupaten hingga kecamatan di seluruh Indonesia.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif