Jakarta: Couchbase meluncurkan AI Data Plane sebagai fondasi data operasional untuk era perusahaan berbasis agen atau Agentic Enterprise. Inovasi ini hadir sebagai lapisan infrastruktur data terpadu yang memberikan memori tetap, pengambilan konteks waktu nyata, dan akses data yang konsisten bagi agen AI tingkat produksi mulai dari lingkungan komputasi awan hingga ke perangkat di ujung jaringan atau edge.
Dengan menyatukan berbagai layanan data yang sebelumnya terfragmentasi ke dalam satu lapisan tunggal yang terkelola, Couchbase memungkinkan perusahaan untuk beralih dari sekadar tahap uji coba menuju penggunaan agen AI skala besar yang mampu memberikan keputusan yang lebih konsisten serta pengalaman pelanggan yang lebih kaya.
Solusi AI Data Plane ini mengintegrasikan Agent Memory sebagai layanan persistensi tunggal di dalam platform data operasional, sehingga tim pengembang tidak perlu lagi menggabungkan penyimpanan dokumen, cache, dan vektor secara terpisah.
Devin Pratt dari IDC menyatakan bahwa tantangan utama dalam memindahkan sistem agen AI ke tahap produksi adalah masalah data, di mana sekitar 80% kasus penggunaan membutuhkan data kontekstual yang dapat diakses secara real-time. Arsitektur Couchbase menjawab kebutuhan tersebut dengan menyediakan latensi sub-milidetik pada titik pengambilan keputusan, yang sangat krusial untuk interaksi manusia dengan agen AI agar terasa alami dan dapat diprediksi.
Selain penguatan pada sisi memori agen, Couchbase juga memperkenalkan Enterprise Analytics 2.2 yang memperluas kemampuan analitik melalui federasi lakehouse berbasis Apache Iceberg. Pembaruan ini memungkinkan tim untuk melakukan kueri analitik operasional secara langsung tanpa perlu melakukan proses duplikasi data yang rumit, serta didukung oleh integrasi Google Cloud Storage dan berbagai peningkatan mesin kueri lainnya.
Untuk mendukung agen AI yang bekerja di lapangan, Couchbase memperluas AI Data Plane hingga ke perangkat mobile melalui Couchbase Lite 4.1 dan Edge Server 1.1, yang menghadirkan fitur sinkronisasi peer-to-peer melalui Bluetooth dan pencarian vektor lokal untuk memastikan operasional tetap berjalan meski tanpa koneksi internet.
Chief Product and Strategy Officer Couchbase, Barry Morris, menekankan bahwa lapisan basis data merupakan penentu apakah kecerdasan buatan berbasis agen akan berhasil berkembang atau justru terhenti.
Dengan menyediakan lapisan persistensi yang tidak bergantung pada framework tertentu, Couchbase membantu organisasi mengurangi beban integrasi yang selama ini menghambat implementasi agen AI di dunia nyata.
Saat ini, hampir seluruh produk dalam pembaruan ini telah tersedia secara umum bagi pelanggan, dengan pengecualian pada adaptor Trino yang dijadwalkan akan meluncur pada kuartal ketiga tahun 2026.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan