Ilustrasi: F5
Ilustrasi: F5

F5 AI Security Platform untuk Kendalikan Risiko Enterprise AI

Mohamad Mamduh • 23 Juli 2026 15:36
Ringkasnya gini..
  • Kehadiran SurePath AI menjadi komponen kunci yang memperkuat kapabilitas platform ini melalui proses AI discovery berbasis jaringan.
  • Sementara itu, fitur AI security testing melakukan stress-test sistem AI terhadap lebih dari 140.000 pola serangan sebelum masuk tahap produksi.
  • Fleksibilitas ini menjadi solusi krusial bagi para CISO di industri yang diawasi ketat oleh regulasi.
Jakarta: F5 memperkenalkan AI Security Platform. Solusi ini dirancang untuk memberikan visibilitas, tata kelola (governance), dan perlindungan berkelanjutan bagi para Chief Information Security Officer (CISO) dalam mengelola aplikasi enterprise AI, model, AI agent, serta API yang menghubungkannya.
 
Bersamaan dengan peluncuran ini, F5 juga mengumumkan akuisisi terhadap SurePath AI, pelopor dalam network-based AI discovery dan pendeteksian shadow AI, sebagai komponen kunci untuk mengamankan deployment enterprise AI.
 
Langkah strategis ini diambil di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan yang memicu risiko keamanan baru bagi dunia bisnis. Sistem AI saat ini beroperasi dengan tingkat akses dan otonomi yang sangat tinggi, sehingga serangan seperti prompt injection, kebocoran data, atau AI agent yang bertindak di luar batas wewenang dapat mengekspos informasi sensitif perusahaan.

Berdasarkan laporan 2026 State of Application Strategy (SOAS) Report F5, sebanyak 88% organisasi melaporkan adanya tantangan operasional atau keamanan yang berhubungan dengan AI. Adopsi tools tanpa izin oleh karyawan (shadow AI) menjadi ancaman serius yang menciptakan jejak digital tidak terpantau oleh tim keamanan.
 
Kunal Anand, Chief Product Officer F5, menegaskan bahwa sistem keamanan AI saat ini sebagian besar hanya berupa pelapis (wrapper) di sekitar chatbot, bukan sistem keamanan yang sesungguhnya.
 
Dia menjelaskan bahwa perusahaan menjalankan AI di dalam jaringan yang diawasi ketat oleh regulasi, di balik API, dan di AI agent yang melakukan autentikasi serta bertindak secara mandiri. F5 AI Security Platform memberikan kendali berkelanjutan atas setiap model, AI agent, dan API di mana pun AI tersebut dijalankan, memanfaatkan platform F5 yang sama yang telah teruji selama tiga dekade.
 
Kehadiran SurePath AI menjadi komponen kunci yang memperkuat kapabilitas platform ini melalui proses AI discovery berbasis jaringan. Teknologi ini mampu mengidentifikasi penggunaan AI di seluruh lingkungan perusahaan secara pasif tanpa memerlukan integrasi langsung pada level aplikasi, melainkan menggunakan pengalihan jaringan (network redirects) dan analisis di luar jalur utama (out-of-band analysis).
 
Fitur tersebut menyajikan lapisan visibilitas terpadu untuk mendeteksi aktivitas AI tanpa otorisasi, mengklasifikasikan intensi workflow, serta melacak koneksi server secara berkelanjutan. Informasi risiko yang dikumpulkan oleh SurePath AI selanjutnya akan diuji oleh F5 AI Red Team dan dimitigasi secara langsung melalui F5 AI Guardrails.
 
Untuk mengatasi risiko tersebut, F5 AI Security Platform mengintegrasikan empat pilar utama dan lapisan observability menyeluruh guna menciptakan siklus keamanan yang berkelanjutan. Melalui pilar AI governance, platform ini menjabarkan toleransi risiko dan regulasi menjadi batasan tegas pada prompt, output, dan akses data. Pada aspek AI discovery, teknologi pasif dari SurePath AI memantau visibilitas aplikasi AI dan AI agent serta mengklasifikasikannya berdasarkan tujuan penggunaan.
 
Sementara itu, fitur AI security testing melakukan stress-test sistem AI terhadap lebih dari 140.000 pola serangan sebelum masuk tahap produksi. Untuk perlindungan AI runtime, penerapan guardrail langsung di titik interaksi terbukti efektif hingga 98,2% dalam memblokir prompt injection dan kebocoran data berdasarkan pengujian independen. Seluruh interaksi tersebut dicatat secara lengkap dalam komponen AI observability demi menjaga rekam jejak audit dan akuntabilitas.
 
Kelebihan utama dari platform ini adalah fleksibilitas operasionalnya yang tinggi tanpa memerlukan perubahan pada arsitektur aplikasi yang sudah ada. Perusahaan dapat melakukan deployment di berbagai infrastruktur, mulai dari on-premises, air-gapped, private cloud, hybrid, hingga public cloud.
 
Fleksibilitas ini menjadi solusi krusial bagi para CISO di industri yang diawasi ketat oleh regulasi, terutama yang memiliki persyaratan mutlak terkait kedaulatan data (data sovereignty) dan data residency. 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA