Mengutip Digital Trends, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi Meta untuk memperkuat pengalaman percakapan privat di Threads. Sebelumnya, perusahaan juga telah meluncurkan fitur DM native di Threads agar pengguna tidak lagi bergantung pada kotak masuk Instagram.
Kini, dengan kehadiran Meta AI di dalam DM, pengguna dapat meminta bantuan AI tanpa harus meninggalkan aplikasi. Perubahan ini mencerminkan arah pengembangan Threads sebagai platform media sosial yang tidak hanya berfokus pada diskusi publik, tetapi juga komunikasi privat.
Menurut Meta, penggunaan DM di Threads terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir, menunjukkan bahwa pengguna semakin nyaman berdiskusi di ruang lebih personal.
AI Diposisikan di Ruang Percakapan Pribadi
Meta AI kini dapat diakses langsung melalui DM Threads. Kehadiran fitur tersebut membuat pengguna dapat mengajukan pertanyaan, mencari informasi, meminta bantuan menulis, hingga berdiskusi dengan chatbot tanpa memenuhi linimasa publik dengan percakapan yang sebenarnya bersifat pribadi.Pendekatan ini dianggap lebih sesuai dengan kebiasaan pengguna media sosial saat ini. Banyak orang memanfaatkan AI untuk melakukan brainstorming, menyusun teks, atau sekadar mengajukan pertanyaan sederhana.
Aktivitas tersebut sering kali tidak relevan jika dipublikasikan di feed yang dapat dilihat banyak orang. Meta terus memperluas distribusi Meta AI ke berbagai layanannya, termasuk Facebook, Instagram, Messenger, dan WhatsApp.
Dengan masuknya AI ke Threads, ekosistem aplikasi Meta menjadi semakin terintegrasi, memungkinkan pengalaman AI yang seragam di seluruh platform perusahaan teknologi tersebut. Ruang DM dinilai sejumlah pihak sebagai tempat lebih alami untuk percakapan dengan AI.
Alih-alih memenuhi feed dengan interaksi chatbot, pengguna dapat menyimpan percakapan tersebut secara privat tanpa mengganggu pengalaman pengguna lain.
Strategi Meta Perkuat Engagement Threads
Integrasi Meta AI hadir beriringan dengan upaya Meta memperkuat fitur pesan langsung di Threads. Setelah bertahun-tahun mengandalkan Instagram Direct, Threads kini memiliki sistem DM tersendiri yang terus dikembangkan dengan dukungan grup percakapan serta berbagai peningkatan pengalaman pengguna.Meta sebelumnya mengungkapkan bahwa aktivitas pengiriman pesan di Threads meningkat pesat. Perusahaan mencatat sekitar 350 juta DM dikirim setiap pekan, sementara jumlah pesan per pengguna meningkat sekitar 30 persen sejak awal tahun.
Data tersebut menjadi salah satu alasan Meta terus berinvestasi pada pengalaman berkirim pesan di platform tersebut. Connor Hayes, Head of Threads di Meta, sebelumnya menjelaskan bahwa semakin banyak pengguna yang memilih berdiskusi melalui ruang privat dibandingkan membuat unggahan publik.
Menurutnya, tren tersebut merupakan perkembangan positif karena memungkinkan pengguna berbagi konten secara lebih personal sekaligus meningkatkan keterlibatan di dalam aplikasi. Kehadiran Meta AI di DM juga memperlihatkan strategi Meta dalam menjadikan AI sebagai fitur pendamping yang hadir di berbagai titik interaksi pengguna.
Daripada berdiri sebagai aplikasi terpisah, AI diintegrasikan langsung ke layanan yang sudah digunakan sehari-hari. Meski demikian, seperti implementasi Meta AI di platform lain, pengguna tetap perlu memperhatikan informasi yang dibagikan kepada chatbot.
Percakapan dengan AI tidak selalu memiliki perlindungan privasi yang sama seperti layanan pesan terenkripsi end-to-end, sehingga pengguna disarankan untuk tidak membagikan data pribadi atau informasi sensitif saat berinteraksi dengan AI.
Dengan langkah ini, Threads semakin berkembang dari sekadar platform microblogging menjadi aplikasi yang menggabungkan percakapan publik, komunikasi privat, dan layanan AI dalam satu ekosistem. Bagi Meta, integrasi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan engagement pengguna sekaligus memperluas adopsi Meta AI di seluruh layanannya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda