GoPro.
GoPro.

GoPro Masuk Bisnis AI Data Center lewat Merger, Bidik Pertahanan hingga Robotika

Cahyandaru Kuncorojati • 02 September 2026 10:13
Ringkasnya gini..
  • GoPro merger USD285 juta dengan Starman Optical untuk masuk bisnis optical transceiver dan infrastruktur AI data center.
  • Selain AI data center, GoPro membidik pasar industri pertahanan, pemerintahan, robotika, dan dirgantara lewat teknologi optik dan imaging.
  • GoPro tetap menjual kamera dan menjalankan layanan cloud, sementara merger ditargetkan selesai pada akhir 2026.
GoPro mulai memperluas bisnisnya ke infrastruktur AI data center setelah sepakat melakukan merger dengan perusahaan optical-photonics asal Amerika Serikat, Starman Optical, Inc. Transaksi senilai USD285 juta atau sekitar Rp4,6 triliun itu juga menjadi langkah GoPro untuk masuk lebih jauh ke pasar pertahanan, pemerintahan, robotika, dan aerospace atau dirgantara

Kesepakatan definitif tersebut diumumkan GoPro dan Starman pada 1 September 2026. Setelah transaksi selesai, GoPro akan tetap menjadi perusahaan publik dan sahamnya tetap tercatat di Nasdaq, dikutip dari laporan situs Engadget.

Dalam skema merger ini, pemegang saham GoPro akan menerima pembayaran tunai secara agregat sebesar USD285 juta atau USD1,14 per saham, dengan kemungkinan penyesuaian berdasarkan posisi modal kerja bersih perusahaan saat penutupan transaksi. Pemegang saham juga akan mempertahankan sekitar 10 persen kepemilikan saham di perusahaan gabungan.

Selain itu, utang GoPro sekitar USD92 juta akan dilunasi penuh saat transaksi ditutup. Langkah tersebut ditujukan untuk membuat neraca perusahaan menjadi lebih bersih dan secara substansial bebas utang.
 

Dari Kamera Aksi ke Infrastruktur AI Data Center

Langkah GoPro ini menarik karena perusahaan selama ini identik dengan kamera aksi, layanan berlangganan, dan platform cloud. Setelah merger, lini bisnis tersebut tetap dipertahankan, tetapi GoPro juga akan membawa teknologi optik Starman Optical ke dalam portofolionya.

Starman mengembangkan dan memproduksi optical transceiver di Amerika Serikat melalui bisnis Starman New Photonics. Perangkat tersebut menjadi komponen penting dalam infrastruktur jaringan optik yang ditujukan untuk kebutuhan pusat data AI.

GoPro menyebut masuknya produk optical transceiver Starman akan memperluas jangkauan perusahaan ke pasar infrastruktur AI yang berkembang pesat. Dengan demikian, strategi baru GoPro tidak berarti meninggalkan kamera, melainkan memperluas bisnis melalui kombinasi teknologi optik, imaging, dan intellectual property yang dimiliki kedua perusahaan.

GoPro sendiri mengatakan selama 24 tahun telah mengembangkan teknologi imaging dengan portofolio lebih dari 2.500 paten Amerika Serikat.
 

Bidik Pertahanan, Pemerintahan, Robotika, dan Dirgantara

Ekspansi GoPro juga tidak berhenti pada AI data center. Setelah merger rampung, perusahaan gabungan berencana memanfaatkan kemampuan optik dan imaging untuk masuk ke pasar pertahanan, pemerintah, robotika, dirgantara.

Dorongan ekspansi tersebut berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan terhadap komponen teknologi yang diproduksi di Amerika Serikat.

“Optik dan imaging canggih sangat penting bagi AI, keamanan nasional, dan perekonomian yang lebih luas. Namun, sebagian besar perangkat keras penting yang mendukung teknologi tersebut masih diproduksi di luar negeri,” kata Charles Tebele, CEO Starman Holding.

Ia menilai kombinasi keahlian optik dan portofolio intellectual property GoPro dengan kemampuan transceiver serta fasilitas manufaktur Starman dapat membuka peluang untuk memproduksi kembali komponen strategis tersebut di Amerika Serikat.

Pendiri sekaligus CEO GoPro, Nicholas Woodman, juga melihat merger ini sebagai jalan untuk memperluas bisnis GoPro ke sektor konsumen, komersial, dan pertahanan.

“Kami memperkirakan merger ini akan memungkinkan GoPro tumbuh di pasar konsumen, komersial, dan pertahanan sebagai perusahaan Amerika terkemuka di bidang solusi imaging dan optik,” kata Woodman.

Transaksi tersebut telah mendapat persetujuan dari dewan direksi GoPro dan Starman, tetapi masih membutuhkan persetujuan pemegang saham GoPro, persetujuan regulator, serta sejumlah persyaratan penutupan lainnya.

GoPro memperkirakan merger dengan Starman Optical dapat selesai pada akhir 2026. Sampai transaksi resmi ditutup, GoPro tetap menjalankan bisnis kamera konsumen, layanan subscription, dan platform cloud seperti sebelumnya.


 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA