Global Transparency Initiative Jadi Bantahan Kaspersky Lab Soal Tuduhan

Lufthi Anggraeni 14 Agustus 2018 16:23 WIB
cyber securitykaspersky
Global Transparency Initiative Jadi Bantahan Kaspersky Lab Soal Tuduhan
Global Transparency Initiative juga menjadi cara Kaspersky Lab untuk membantah tuduhan yang dilayangkan kepadanya.
Jakarta: Memanasnya hubungan politik Amerika Serikat dengan sejumlah negara setelah dipimpin oleh Donald Trump, turut berimbas pada Kaspersky Lab.

Perusahaan asal Rusia ini menerima sejumlah tuduhan, termasuk dalam hal memata-matai data keamanan siber pelanggannya demi kepentingan pemerintah Rusia.

Untuk menjawab berbagai tuduhan tersebut, Kaspersky Lab menggagas gerakan bertajuk Global Transparency Initiative. Gerakan ini memungkinkan pelanggan dan pemerintah melihat sumber kode milik Kaspersky Lab guna dianalisa secara mendalam.


"Kebocoran data menjadi salah satu penyebab runtuhnya kepercayaan satu sama lain. Terutama saat ini, dimana semua pihak dapat membentuk tim dengan kemampuan yang terkait dengan serangan siber. Sehingga transparansi menjadi suatu kebutuhan," ujar General Manager South East Asia Kaspersky Lab Yeo Siang Tiong.

Dua tuduhan yang diberikan pihak lain kepada Kaspersky Lab yaitu bahwa perusahaan keamanan siber ini berpeluang untuk memiliki pintu belakang, memungkinkannya mengakses data yang melanggar hukum dilakukan oleh agen rahasia pihak Rusia.

Tuduhan yang dilayangkan kepada perusahaannya diklaim Kaspersky Lab akibat perlindungan dari teknologi yang digunakannya. Teknologi miliknya diklaim Kaspersky Lab mampu melindungi pelanggan dari serangan paling canggih, sehingga memicu kemarahan pemangku kepentingan pemerintah.

Melalui transparansi ini, Kaspersky Lab berkomitmen untuk tetap menginformasikan temuan data dari pendeteksian serangan siber dari negara manapun, termasuk Rusia, terkait celah keamanan siber secara jujur dan independen, sebagai cara pembuktian diri bahwa perusahaan tidak seperti yang dituduhkan tersebut.

Gerakan ini turut menjadi cara Kaspersky Lab dalam menunjukan bahwa perubahan yang dilakukannya juga untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di dunia, termasuk dengan tren milterisasi dunia maya, terlihat dari pendirian divisi siber di badan milter negara.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.