Android P Bakal Cegah Aplikasi Pantau Aktivitas Jaringan
foto: 9to5google
Jakarta: Nantinya, aplikasi Android tidak lagi bisa mendeteksi aplikasi lain yang sedang menghubungkan dirinya ke internet. Salah satu alasannya adalah masalah privasi pengguna yang sedang hangat dibicarakan belakangan ini.

Google tampaknya ingin mengambil langkah lebih cepat dan diharapkan lebih siap saat Android generasi terbarunya sudah bisa dipakai konsumen.

Langkah tersebut seharusnya telah diambil Google sejak lama. Tidak sedikit aplikasi yang memantau aktivitas jaringan tanpa izin penggunanya.


Pada umumnya, aplikasi tersebut mengintai aplikasi kompetitor, yang tidak pernah dijelaskan dalam ketentuan penggunaan saat konsumen memasangnya via Google Play Store.

Pembaruan ini pertama kali dilihat XDA Developers, melalui keterangan tambahan untuk pemrogramman aplikasi Android P untuk pengembang nantinya. Android saat ini masih membolehkan satu aplikasi memantau aktivitas internet dari aplikasi lainnya.

Tingkat keamanannya cukup dipertanyakan karena belum ada Batasan terhadap aplikasi pemantau ketika pengguna mengakses server dari aplikasi bank atau tempat lain yang bersifat sensitif.

Hal ini terbukti dengan hadirnya beberapa aplikasi pemantau jaringan internet seperti Nestat, yang mampu mendeteksi semua aktivitas internet aplikasi ponsel yang terpasang.

Walaupun tidak merekam nama dan kata kunci pengguna saat mengakses situs tertentu, aplikasi semacam ini bisa mengetahui server yang diakses.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.