Menkominfo Johnny G. Plate.  (Kominfo)
Menkominfo Johnny G. Plate. (Kominfo)

Kominfo Tanggapi Pembubaran BRTI

Teknologi Kominfo teknologi telekomunikasi
Cahyandaru Kuncorojati • 01 Desember 2020 08:36
Jakarta: Badan Regulasi Telekomunikasi (BRTI) masuk dalm daftar lembaga non-struktural yang dibubarkan oleh Presiden Joko Widodo lewat Perpres Nomor 112 Tahun 2020 yang ditandatangani pada 26 November 2020.
 
BRTI sendiri selama ini mengisi posisi sebagai "wasit" dalam industri telekomunikasi sehingga mencegah terjadinya persaingan tidak sehat atau monopoli antar pelaku industri telekomunikasi. Diketahui negara juga memiliki badan usaha di industri ini lewat PT Telkom Indonesia.
 
Kemarin, pihak Kementerian Komunikasi (Kominfo) akhirnya merilis pernyataan mengenai pembubaran BRTI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Juru bicara Kementerian Kominfo mengaku bahwa pelaksanaan tigas dan fungsi dari BRTI dan satu lembaga lagi yaitu Badan Pertimbangan Telekomunikasi (BPT) akan dialihkan kepada Kominfo.
 
Pada pasal 3 Perpres Nomor 112 Tahun 2020 juga disebutkan pendanaan, pegawai, aset, dan arsip yang dikelola oleh BPT dan BRTI ikut dialihkan ke Kementerian Kominfo.
 
Proses pengalihan tugas, fungsi, dan aset akan dikoordinasikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi melibatkan unsur Kementerian Keuangan, Badan Kepegawaian Negara, Badan Pengawasan Keuangan dan pembangunan, Arsip Nasional Republik Indonesia dan/atau kementerian/Lembaga terkait.
 
Pembubaran 10 lembaga non-struktural yang diumumkan Presiden Joko Widodo diketahui bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pemerintahan serta diklaim demi mencapai rencana strategis pembangunan nasional.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif