Microsoft menuntut Foxconn. (Photo by Vesa Moilanen Lehtikuva / AFP Finland / OUT)
Microsoft menuntut Foxconn. (Photo by Vesa Moilanen Lehtikuva / AFP Finland / OUT)

Microsoft Tuntut Royalti ke Foxconn

Teknologi microsoft
Ellavie Ichlasa Amalia • 12 Maret 2019 11:03
Jakarta:Microsoft menuntut perusahaan manufaktur raksasa asal Taiwan, Hon Hai Precision Industry pada hari Jumat.
 
Alasan Microsoft menuntut perusahaan yang juga dikenal dengan nama Foxconn Technology Group itu adalah karena mereka tidak membayar royalti paten dan tidak memberikan laporan yang sesuai.
 
Dalam tuntutan yang dimasukkan ke pengadilan San Jose, California, Microsoft mengatakan bahwa Foxconn telah gagal memenuhi kewajiban mereka berdasarkan perjanjian yang telah kedua perusahaan tanda tangani enam tahun lalu, menurut laporan Axios.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai bagian dari lisensi yang mereka gunakan, Foxconn seharusnya menyerahkan laporan royalti secara rutin pada Microsoft.
 
Dalam laporan itu, Foxconn seharusnya menjelaskan tentang penjualan semua produk yang masuk ke dalam daftar produk yang dibahas dalam perjanjian. Selain itu, Foxconn juga seharusnya membayar royalti untuk produk-produk itu.
 
"Microsoft sangat peduli pada komitmen yang kami buat dan meminta perusahaan lain untuk melakukan hal yang sama," kata juru bicara MIcrosoft, seperti yang dikutip dari CNET.
 
"Tuntutan ini kami lakukan untuk memenuhi persyaratan pelaporan dan audit dalam perjanjian yang kami tanda tangani dengan Hon Hai pada 2013. Kerja sama kami dengan Hon Hai penting dan kami mencoba untuk menyelesaikan masalah ini."
 
Foxconn tidak segera memberikan jawaban terkait kasus ini.
 
Tuntutan dari Microsoft menjadi masalah baru bagi Foxconn. Perusahaan itu mulai dikenal pada 10 tahun lalu setelah beberapa karyawannya bunuh diri. Ini menarik perhatian masyarakat internasional tentang kondisi para buruh pabrik Foxconn.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif