Sistem Dell Diretas, Data Pelanggan Mungkin Tercuri

Ellavie Ichlasa Amalia 30 November 2018 11:33 WIB
dellcyber security
Sistem Dell Diretas, Data Pelanggan Mungkin Tercuri
Dell mengaku sistemnya pernah diretas.
Jakarta: Dell mengumumkan bahwa sistem mereka sempat diretas pada 9 November.

Mereka mengatakan, mereka mendeteksi adanya penyusup yang berusaha untuk mengambil informasi pelanggan Dell dari sistem mereka. Data yang berusaha dicuri antara lain nama, alamat email, dan password yang terenkripsi.

Perusahaan asal Amerika Serikat itu tidak menjelaskan tingkat komplesitas algoritma hashing dari password. Namun, sebagian dari algoritma itu bisa dipecahkan dalam hitungan detik. Dengan begitu, penyerang akan bisa melihat password dari pelanggan.


"Memang mungkin bahwa sebagian dari informasi ini telah diambil dari sistem Dell, tapi dari penyelidikan, kami tidak menemukan bukti pasti bahwa ada informasi yang tercuri," kata Dell, seperti yang dikutip dari ZDNet.

Dell mengatakan, mereka tengah menyelidiki kejadian ini. Namun, mereka mengatakan bahwa serangan ini tidak parah. Teknisi perusahaan menyadari akan adanya penyelundup pada hari yang sama dia masuk ke sistem.

Juru bicara Dell menolak untuk memberitahu jumlah pelanggan yang terdampak serangan ini. Dia mengatakan, "Tidak baik untuk menyebutkan jumlah angka pelanggan yang mungkin terpengaruh ketika mungkin saja tidak ada pelanggan yang terdampak."

Dell juga menyebutkan, sang hacker tidak menargetkan kartu pembayaran atau informasi sensitif pelanggan yang lain.

Serangan ini juga tidak menyebabkan gangguan pada layanan Dell. Dell lalu mengubah password untuk semua akun pelanggan Dell.com setelah mereka menyadari adanya serangan ini.

Perusahaan mengatakan bahwa mereka telah memberitahukan hal ini pada pihak berwajib. Meskipun begitu, mereka juga mempekerjakan perusahaan forensik digital untuk melakukan penyelidikan mandiri.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.