Google: Ini Saat Tepat Bangun Usaha
Melihat jumlah investasi yang masuk, Google menilai saat ini menjadi saat yang tepat untuk mendirikan usaha berbasis internet.
Jakarta: Google mengumumkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi digital tertinggi di Asia Tenggara, berdasarkan penelitian yang dilakukannnya bersama Temasek pada enam negara di wilayah ini.

Pertumbuhan ekonomi digital tersebut, terutama di Indonesia, disebut Google mendorong peningkatan investasi dari berbagai pihak di wilayah ini.

Penelitian Google mencatat sebanyak 500 kesepakatan yang ditandatangai sejak tahun 2016 di Indonesia, dengan nilai rata-rata sebesar USD5 juta (Rp72,5 miliar).


“Jumlah kesepakatan yang ditandatangani di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, cukup tinggi. Ini menunjukan bahwa investor percaya diri masuk ke wilayah ini dan berinvestasi. Jadi ini adalah saat yang tepat untuk mendirikan usaha berbasis internet,” ujar Head of Strategy & Insight Google Southeast Asia Samuele Saini.

Penelitian Google dan Temasek ini juga mencatat sebesar USD6 miliar (Rp) modal ventura telah terhimpun di Indonesia sejak tahun 2016 lalu.

Google juga menyebut bahwa sebagian besar pendanaan investasi yang masuk ke wilayah Asia Tenggara diperoleh perusahaan dengan kantor pusat di Singapura.

Sementara itu, Indonesia dilaporkan akan menyumbang sebesar USD4 (Rp57,993) dari setiap USD10 (Rp144,984) yang dibelanjakan di ekonomi digital di Asia Tenggara.

Tidak hanya itu, e-commerce Indonesia disebut menyumbang USD1 (Rp14.498) dari tiap USD2 (Rp28,996) atau sebesar 50 persen dari pembelanjaan di Asia Tenggara. 

Selain itu, internet seluler yang semakin terjangkau menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi digital, dan berdampak pada optimisme investor dalam menggelontorkan pendanaan investasi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Harga kuota internet seluler berkapasitas 1GB disebut Google mengalami penurunan menjadi 0,7 persen dari Pendapatan Nasional Bruto per kapita, jika dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar 2,0 persen.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.