CEO Microsoft Satya Nadella.
CEO Microsoft Satya Nadella.

CEO Microsoft Bela Kontrak HoloLens dengan Pentagon

Teknologi microsoft
Lufthi Anggraeni • 26 Februari 2019 11:50
Jakarta: CEO Microsoft Satya Nadella membela kontrak perusahaan bernilai jutaan dollar dengan Pentagon untuk memasok perangkat Augmented Reality (AR). Pada minggu lalu, sejumlah besar pegawai Microsoft mengkritisi kontrak ini secara publik.
 
Dalam kritiknya, pegawai tersebut meminta Microsoft mengakhiri kontrak dengan badan militer Amerika Serikat ini. Pada Jumat lalu, kelompok pegawai Microsoft berjumlah 50 orang merilis surat pernyataan, menuntut perusahaan untuk membatalkan kontrak bernilai hampir USD480 juta (Rp6,7 triliun) untuk memasok 100 HoloLens ke Pentagon.
 
Untuk mendapatkan kontrak ini, Microsoft mengalahkan pesaingnya dalam lelang pengadaan headset AR untuk Kementerian Pertahanan Amerika Serikat pada bulan November lalu, termasuk Magic Leap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pentagon menggambarkan proyek ini sebagai metode meningkatkan kemampuan bertahan diri dengan memperbaiki kemampuan mendeteksi, memutuskan dan terlibat di hadapan musuh, melalui teknologi AR.
 
Badan militer Amerika Serikat ini diperkirakan akan memodifikasi headset tersebut agar dapat digunakan oleh tentara, dengan dukungan dari Microsoft. Kepada CNN Business di ajang Mobile World Congress (MWC) 2019, Nadella mengaku tidak sepakat dengan kritik yang diutarakan pegawai Microsoft.
 
Menurutnya, Microsoft telah membuat keputusan bahwa perusahaannya tidak akan menyimpan teknologi untuk perusahaan dan menghalangi institusi yang dipilihnya untuk dapat memanfaatkan teknologi tersebut dalam menjaga keamanan dari kebebasan yang dinikmati masyarakat Amerika Serikat.
 
Selain itu, Nadella juga menyebut bahwa Microsoft sangat terbuka dan transparan terkait keputusan tersebut, dan akan terus berdiskusi dengan pegawai.
 
Dalam surat yang beredar pada Jumat lalu, sejumlah pegawai tersebut berpendapat bahwa Microsoft telah melewati batas ke ranah pengembangan senjata, dengan menyetujui kontrak dengan badan militer.
 
Pegawai tersebut juga berpendapat bahwa mereka tidak setuju jika teknologi yang mereka bantu kembangkan digunakan dengan tujuan untuk menyakiti manusia lain. Kritik internal tersebut bukanlah insiden pertama yang dihadapi Microsoft saat bekerja sama dengan pihak pemerintah.
 
Pada musim panas lalu, ratusan pegawai menandatangani surat tuntutan terkait dengan kontrak pengadaan layanan untuk Immigration and Customs Enforcement (ICE) Amerika Serikat. Pegawai menuntut Microsoft menghentikan kerja sama, namun pihak eksekutif perusahaan ini membela kontrak dengan pemerintah Amerika Serikat tersebut.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif