Intel Sediakan Kecerdasan Buatan di Alat Sebesar Flash Disk

Cahyandaru Kuncorojati 15 November 2018 15:12 WIB
Intel Sediakan Kecerdasan Buatan di Alat Sebesar Flash Disk
Intel Neural Compute Stick 2 berwarna biru seukuran USB Flash Disk.
Jakarta: Membayangkan teknologi kecerdasan buatan atau AI biasanya terbayang teknologi tersebut diolah menggunakan seperangkat alat komputer. Intel ingin teknologi AI semakin dekat dan mudah digunakan oleh siapapun.

Dalam konferensi tentang pengembangan teknologi AI di Beijing, Tiongkok, Intel memperkenalkan alat pendukung pengembangan teknologi terbarunya, yaitu Intel Neural Compute Stick 2 sebagai peningkatan dari generasi sebelumnya.

Intel Neural Compute Stick 2 hadir dalam alat sebesar USB flash disk yang mendukung teknologi edge computing.

Edge computing memungkikan data yang diproduksi dari perangkat berbasis IoT (Internt of Things) untuk diolah langsung lebih cepat dan real-time tanpa harus dikirim dan diterima terlebih dahulu oleh data center.

Oleh sebab itu, Intel Neural Compute Stick 2 hadir dalam bentuk USB flash disk yang bisa digunkan langsung ke sebuah laptop atau komputer. Di dalamnya tersedia aplikasi AI untuk ditanamkan ke perangkat IoT.

Di dalamnya Intel juga menyediakan langsung teknologi vision processing unit (VPU) Intel Movidius Myriad X dan Intel Distribution of OpenVINO yang membantu developer untuk langsung menguji purwarupa teknologi AI yang diciptakannya.

Dengan sebuah laptop dan Intel Neural Compute Stick 2, developer dapat menjalankan aplikasi AI dan computer vision dalam hitungan menit. Intel NCS 2 dapat digunakan pada port USB 3.0 standar dan tidak memerlukan perangkat keras tambahan.

Hal tersebut memungkinkan pengguna untuk dengan mudah mengonversi dan kemudian menggunakan model PC-trained ke banyak perangkat secara langsung dan tanpa koneksi internet atau cloud dan data center.

(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.