Ilustrasi: F5 Networks
Ilustrasi: F5 Networks

F5 Perluas Kolaborasi dengan Red Hat Amankan dan Skalakan AI Enterprise

Mohamad Mamduh • 04 Juli 2025 19:09
Jakarta: F5 mengumumkan kolaborasi strategisnya dengan Red Hat, penyedia solusi open source terkemuka di dunia. Langkah ini bertujuan untuk memberdayakan perusahaan dalam mengadopsi, menerapkan, dan mengembangkan aplikasi kecerdasan buatan (AI) yang tidak hanya berkinerja tinggi, tetapi juga sangat aman.
 
Melalui integrasi mendalam antara F5 Application Delivery and Security Platform dengan Red Hat OpenShift AI, pelanggan kini dapat mempercepat inisiatif AI mereka dengan fokus pada kasus penggunaan bernilai tinggi seperti retrieval-augmented generation (RAG), penyajian model yang aman, dan pengumpulan data berskala besar.
 
Kunal Anand, Chief Innovation Officer F5, menyoroti tantangan yang dihadapi banyak perusahaan dalam mengimplementasikan AI. "Banyak perusahaan ingin memanfaatkan kemampuan AI, namun mereka menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan hal skalabilitas dan kemampuan dalam mengamankan aplikasi-aplikasi tersebut," jelas Anand.

"Kolaborasi kami dengan Red Hat bertujuan menyederhanakan proses tersebut dengan menyediakan solusi terintegrasi yang menjawab kebutuhan akan performa, keamanan, dan observabilitas—sehingga perusahaan dapat memperoleh hasil nyata dari AI."
 
Perluasan kolaborasi ini sangat relevan mengingat akselerasi adopsi AI secara global. Laporan State of Application Strategy Report dari F5 tahun 2025 menunjukkan bahwa 96% organisasi telah mengimplementasikan model AI, sebuah peningkatan drastis dari 25% pada tahun 2023.
 
Laporan yang sama juga mengungkapkan bahwa 72% responden menggunakan AI untuk mengoptimalkan performa aplikasi, sementara 59% berfokus pada efisiensi biaya dan peningkatan keamanan.
 
Untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, F5 dan Red Hat berfokus pada tiga elemen krusial untuk mengoperasionalkan AI di lingkungan enterprise:
 
RAG dan Penyajian Model dalam Skala Besar: F5 mendukung aplikasi berbasis AI pada Red Hat OpenShift AI yang mengintegrasikan large language model dengan dataset privat. Ini menjamin alur data yang aman, pemanfaatan GPU yang optimal, dan waktu respons yang cepat, krusial untuk aplikasi AI yang responsif.
 
Pengumpulan dan Pergerakan Data dalam Jumlah Besar: Melalui kolaborasi dengan MinIO di Red Hat OpenShift AI, pelanggan dapat mempercepat proses pengumpulan dataset besar secara efisien untuk pelatihan dan inferensi, memastikan data siap pakai untuk model AI.
 
Keamanan AI Berbasis API: F5 menyediakan perlindungan komprehensif terhadap ancaman AI yang terus berkembang, seperti injeksi prompt, pencurian model, dan kebocoran data. Perlindungan ini diwujudkan melalui solusi F5 Distributed Cloud WAAP dan F5 BIG-IP, yang esensial untuk menjaga integritas dan kerahasiaan operasi AI.
 
Joe Fernandes, Vice President & General Manager, AI Business Unit, Red Hat, menekankan pentingnya fleksibilitas dan keamanan. "Seiring AI menjadi inti dari cara bisnis beroperasi dan bersaing, organisasi membutuhkan platform yang fleksibel tanpa mengorbankan aspek keamanan," kata Fernandes.
 
"Kami percaya masa depan AI adalah open source. Dengan menggabungkan Red Hat OpenShift AI dan kekuatan observabilitas serta keamanan dari F5, organisasi dapat membangun dan menjalankan aplikasi AI dengan lebih percaya diri, di mana pun mereka memilih untuk mengoperasikannya."
 
Komitmen F5 terhadap inovasi open source melalui kolaborasi ini memastikan bahwa perusahaan dapat mengadopsi pendekatan terbuka dan fleksibel dalam membangun infrastruktur AI mereka.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA