Dinilai memaksakan kesepakatan tidak adil kepada manufaktur, Google didenda di Korea Selatan.
Dinilai memaksakan kesepakatan tidak adil kepada manufaktur, Google didenda di Korea Selatan.

Google Diganjar Denda Rp2,5 Triliun

Teknologi google
Lufthi Anggraeni • 17 September 2021 06:28
Jakarta: Salah satu masalah yang dihadapi Android di awal kemunculannya, pada bagian tertentu masih menjadi masalah hingga saat ini, adalah berbagai bagian dan penyesuaian yang dilakukan produsen perangkat untuk Android.
 
Hal ini berarti bahwa pengalaman di lintas perangkat dapat disuguhkan dengan perbedaan signifikan, yang juga berpotensi untuk menghambat pengguliran update untuk Android. Guna menyelesaikan permasalahan ini, Google mencoba membatasi bagian yang tersedia dengan membuat kesepakatan dengan produsen perangkat.
 
Namun kini, Google dilaporkan justru mendapatkan hukuman akibat upaya yang dilakukannya tersebut. Komite Perdagangan Korea Selatan atau South Korea Fair Trade Commission membebankan Google denda senilai USD177 juta (Rp2,5 triliun).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Denda ini dijatuhkan South Korea Fair Trade Commission tersebut atas penilaian bahwa Google telah menyalahgunakan dominasi smartphone mereka. Informasi yang beredar menyebut langkah ini diambil komite tersebut karena Google telah mengurangi bagian Android dalam jumlah sedikit terlalu banyak jika didasarkan pada kriteria badan pengawas ini.
 
Salah satu cara Google untuk memastikan produsen handset menyetujui peraturan mereka diperkirakan dengan membatasi mereka dalam menggunakan aplikasi karya Google jika produsen menolak peraturan tersebut.
 
Menurut Pimpinan KFTC Joh Sung-wook, tindakan Fair Trade Commision tidak hanya terbatas pada perangkat mobile, tapi juga langkah pembenaran termasuk pada area terkait dengan perangkat cerdas yang tengah berkembang, seperti smartwatch dan smart TV.
 
Dengan demikian, KFTC berharap inovasi baru akan muncul karena beberapa tekanan kompetitif di bidang ini telah diaktifkan. Google kini tidak lagi diizinkan untuk memaksa manufaktur menandatangani kesepakatan serupa.
 
KFTC juga menekankan bahwa kontrak yang telah disepakati antara Google dan produsen produk harus diubah guna menjamin bahwa poin dalam kontrak sejalan dengan regulasi yang berlaku di Korea Selatan.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif