Ilustrasi.
Ilustrasi.

Sulit Ganti Windows 7, Industri Kesehatan Rentan Serangan Siber

Teknologi microsoft
Ellavie Ichlasa Amalia • 19 Juli 2019 12:48
Jakarta:Microsoft akan berhenti memberikan update dan patch untuk Windows 7 pada 2020 mendatang.
 
Menurut perusahaan autentikasi milik Cisco, Duo, industri kini memang tengah beralih menggunakan Windows terbaru. Pada 2017, dua tahun setelah Microsoft merilis Windows 7, sebagian besar pengguna Duo masih menggunakan Windows 7. Ketika itu, pengguna Windows 7 mencapai 65 persen sementara pengguna Windows 10 hanya mencapai 10 persen.
 
Minggu ini, Duo mengungkap bahwa pengguna Windows 10 sudah mencapai 66 persen dari pengguna software mereka. Sebagai perbandingan, pengguna Windows 7 kini hanya mencapai 29 persen, menurut laporan ZDNet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laporan Duo tentang adopsi Windows 10 terlihat seperti kabar baik. Sayangnya, ada beberapa industri yang masih menggunakan Windows 7. Padahal, Microsoft akan berhenti merilis patch untuk Windows 7 pada 14 Januari 2020. Ini berarti para pengguna Windows 7 akan rentan terhadap serangan.
 
Industri yang masih bertahan menggunakan Windows 7 adalah kesehatan. Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) menjadi studi kasus untuk upgrade Windows setelah serangan ransomware WannaCry menyerang pada pertengahan 2017.
 
Serangan itu membuat sebagian besar sistem IT NHS tak berfungsi, menunda pertemuan ribuan pasien dengan dokter.
 
Sepertiga rumah sakit NHS percaya bahwa sistem TI NHS terpengaruh oleh WannaCry, yang akan mengenkripsi file pada komputer. Alasannya, karena sebagian besar komputer yang digunakan oleh organisasi itu menggunakan Windows lama. Padahal, Windows 10 sama sekali tidak terpengaruh oleh serangan ini.
 
Ketika itu, keadaan begitu buruk sehingga Microsoft terpaksa merilis patch darurat untuk Windows XP. Padahal, mereka telah berhenti merilis patch untuk Windows XP sejak 2014. Hampir dua tahun sejak serangan WannaCry, Microsoft juga menawarkan patch untuk XP karena adanya bug serupa yang disebut BlueKeep.
 
NHS menghabiskan puluhan juta dollar untuk memperkuat sistem mereka setelah serangan WannaCry.
 
Laporan Duo ini mencakup 24 juta perangkat di Eropa dan Amerika Utara. Mereka menemukan, industri kesehatan adalah indsutri yang paling banyak menggunakan Windows. Lebih dari setengah total komputer di industri itu, sekitar 500 ribu perangkat, menggunakan Windows lama.
 
Masalahnya, tidak mudah bagi perusahaan dan industri untuk memperbarui semua mesin yang mereka miliki dengan software terbaru. Organisasi seperti NHS mungkin bisa memperbarui semua PC mereka dengan Windows paling baru. Namun, mereka kesulitan untuk terus memperbarui software pada perangkat mereka.
 
Wendy Nather, head of advisory chief information security officers (CISOs) Duo mengatakan bahwa ada beberapa industri yang bisa mengadopsi OS terbaru dengan lebih cepat.
 
"Untuk beberapa industri yang tetap menggunakan Windows 7, seperti kesehatan, ada beberapa alasan mereka melakukan itu," kata Nather. "Salah satunya adalah karena mereka menggantungkan diri pada aplikasi pihak ketiga yang tak bisa dijalankan di Windows 10. Proses migrasi sistem operasi ini sangat mengganggu."
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif