Ilustrasi.
Ilustrasi.

Singapura Kembali Gelar Program Perburuan Bug

Teknologi singapura cyber security
Ellavie Ichlasa Amalia • 04 Juli 2019 16:11
Jakarta:Pemerintah Singapura berencana untuk mengadakan program pemburuan bug untuk mencari kelemahan di sembilan layanan digital mereka. Hadiah yang mereka sediakan beragam, mulai dari USD250 sampai USD10 ribu, tergantung pada tingkat kecanggihan bug.
 
Dipimpin oleh Badan Teknologi Pemerintah Singapura (GovTech) dan Badan Keamanan Siber, program bug bounty ini akan berlangsung mulai bulan Juli hingga Agustus 2019, menurut HackerOne.
 
Ini adalah program bug bounty ketiga yang dijalankan oleh pemerintah Singapura, mengikuti program lain yang diadakan oleh GovTech dan Kementerian Pertahanan (Mindef).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sekitar 200 hacker internasional dan 100 hacker lokal akan diundang untuk berpartisipasi dalam program bug bounty terbaru ini.
 
Partisipan yang diundang didasarkan pada performa mereka sebelumnya pada HackerOne. Program ini akan berjalan selama tiga minggu dengan hasil diumumkan pada September 2019, lapor ZDNet.
 
Kesembilan sistem dan layanan digital antara lain situs Badan Keuangan Singapura, Situs dan aplikasi OneMap milik Singapore Land Authority, serta SingPass dan MyInfo, yang digunakan oleh masyarakat Singapura untuk mengakses layanan e-government.
 
Program bug bounty dari GovTech pertama diadakan pada tahun ini, menyertakan 400 hacker lokal dan internasional, yang mengidentifikasi 26 kelemahan dan mendapatkan total hadiah USD12 ribu. Dalam program ini, kelemahan dan celah keamanan dicari pada lima sistem dan layanan pemerintah.
 
Sementara program HackerOne dari Mindef diadakan pada awal 2018. Dalam kegiatan ini, ditemukan 35 celah keamanan.
 
Director of Programme Management, HackerOne, Paul Griffin berkata, "memanfaatkan komunitas global yang mumpuni adalah cara paling efisien untuk mengetes keamanan sistem. Program bug bounty terbaru terus memperkuat momentum dalam pertarungan melawan kriminal siber di internet."
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif