Dunia Digital Bikin Rakyat Biasa Jadi Pebisnis Raksasa

Cahyandaru Kuncorojati 17 Agustus 2018 16:18 WIB
teknologi
Dunia Digital Bikin Rakyat Biasa Jadi Pebisnis Raksasa
Tokopedia.
Jakarta: Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia, salah satu startup lokal yang kini telah menjelma menjadi unicorn, Tokopedia, genap berusia sembilan tahun.

Bagi CEO sekaligus pendiri Tokopedia, William Tanuwijaya ada makna tersendiri bagi dirinya sebagai seorang technopreneur di Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia, yang betapa dunia digital telah membantu banyak masyarakat Indonesia menjadi pebisnis sukses.

"Sembilan tahun ini, saya menemukan dan belajar dari para pejuang ekonomi baru dengan semangat bambu runcing di era digital," ungkapnya.


"Para pejuang ekonomi baru berusaha dengan berani, gigih, dan penuh harapan untuk menciptakan perekonomian yang lebih baik, berawal dari lingkungan sekitar untuk kemudian berdampak lebih jauh lagi bagi nasional," imbuh William kepada Medcom.id.

Dia menyebutkan bahwa sejauh ini sudah ada empat juta masyarakat Indonesia yang memulai dan membangun bisnisnya bersama Tokopedia, 70 persen di antaranya adalah pebisnis baru.

William menjelaskan bahwa tantangan generasi terdahulu dalam memulai bisnis adalah membangun jaringan distribusi yang umumnya harus dirintis lintas generasi. Kini hal tersebut bukan jadi tantangan berkat internet.

"Sekarang melalui internet, jaringan distribusi tidak lagi menjadi sebuah masalah. Inilah harapan terbesar untuk cikal-bakal brand-brand masa depan Indonesia karena panggung dunia tidak lagi hanya milik mereka yang bermodal besar," tutur William.

William optimistis bahwa lewat dunia digital, seorang rakyat biasa kelak bisa menjadi pebisnis raksasa tanpa melihat garis keturunan atau terlebih dahulu menyiapkan modal besar.

Menariknya, William memandang merintis bisnis di era digital saat ini juga masih harus belajar dari filosofi nenek moyang Indonesia yang disebut seorang pelaut. Pebisnis sama seperti nahkoda kapal yang harus tahu arah tujuan kapal dan bahu membahu bersama awak kapal mendayungnya.

"Hal ini dituangkan ke dalam visi dan misi perusahaan. Setelah mengetahui tujuan kapal, semakin jauh tujuannya, semakin tidak mungkin kita mengayuh kapal itu sendiri hingga sampai ke tujuan. Maka semakin penting juga kemampuan kita membangun organisasi," jelas William.

Selain itu, seorang nahkoda juga membutuhkan alat berupa peta dan kompas yang oleh William diterjemahkan sebagai nial dan budaya perusahaan. Terakhir yang tidak kalah penting kemampuan nahkoda melihat ombak sebagai tantangan yang mampu mendorong kapal atau perusahaan mencapai tujuannya.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.