Facebook Lacak Gambar Penyebar Kebencian Pakai AI
Facebook punya AI baru. (Photo by Lionel BONAVENTURE / AFP)
Jakarta: Tim moderator Faccebook tidak bisa meninjau semua gambar yang diunggah ke media sosial dengan pengguna lebih dari 2 miliar itu. Facebook membuat kecerdasan buatan untuk memeriksa apakah sebuah gambar pantas tampil di layanan mereka.

Dalam sebuah blog post, Facebook menyebutkan bahwa AI yang dinamai Rosetta ini menggunakan pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi teks pada gambar dan video sebelum mentranskrip tulisan itu ke bahasa yang bisa dimengerti oleh mesin.

Khususnya, Facebook menggunakan AI ini untuk mentranskrip teks pada meme, lapor The Verge.  AI untuk mentranskrip teks bukanlah sesuatu yang baru.


Namun, mengingat banyaknya pengguna Facebook, gambar yang diunggah ke platform itu pun sangat beragam. Ini akan menjadi tantangan sendiri bagi perusahaan media sosial tersebut. 

Rosetta disebutkan sudah aktif, dan kini memindai teks pada satu miliar gambar dan frame video di Facebook dan Instagram setiap harinya.

Sekarang, masih belum diketahui apa yang akan Facebook lakukan dengan data yang mereka dapatkan dari Rosetta. Informasi itu bisa digunakan untuk memperkuat fitur utama mereka seperti pencarian gambar.

Tapi, Facebook tampaknya memiliki tujuan yang lebih besar untuk Rosetta. Misalnya, menentukan konten apa yang menarik untuk ditampilkan di lini masa pengguna.

Selain itu, Facebook juga bisa menggunakan AI itu untuk membedakan gambar meme untuk melucu dengan gambar meme yang digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian. 

Facebook menyebutkan, transkrip teks dan pembelajaran mesin kini digunakan untuk "secara otomatis mengidentifikasi konten yang melanggar peraturan ujaran kebencian kami" dan mereka melakukan ini dalam beberapa bahasa sekaligus.

Mengingat Facebook memang memiliki masalah terkait penyebaran ujaran kebencian, seperti yang terjadi di Myanmar, keberadaan Rosetta bisa membantu mereka mengatasi masalah tersebut. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.