Ilustrasi: Telkom University
Ilustrasi: Telkom University

Thales Pasang Point of Presence Kedua di Jakarta, Perkuat Keamanan Siber

Mohamad Mamduh • 20 Oktober 2026 19:35
Ringkasnya gini..
  • Menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya pasar di Asia Tenggara yang mengoperasikan dua PoP Imperva.
  • Bot menyumbang lebih dari 53% total trafik web global pada 2025.
  • Menyediakan kapabilitas keamanan lengkap, mulai dari Web Application Firewall, Advanced Bot Protection, API Security, perlindungan DDoS.
Jakarta: Thales resmi meluncurkan Point of Presence (PoP) kedua untuk infrastruktur Imperva Application Security di Jakarta. Langkah ini diambil guna memperluas kapasitas dan redundansi pengamanan layanan digital serta berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Indonesia, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya pasar di Asia Tenggara yang mengoperasikan dua PoP Imperva.

Ekspansi ini merupakan respons langsung terhadap pesatnya pertumbuhan trafik digital dan tingginya permintaan dari sektor keuangan nasional. Saat ini, lebih dari separuh bank terkemuka di Indonesia mengandalkan Imperva Application Security untuk melindungi aplikasi bisnis yang krusial.

Fasilitas baru ini beroperasi melalui penyedia pusat data yang berbeda dari PoP pertama Thales yang dibangun pada 2019. Dengan lokasi yang terpisah secara fisik, infrastruktur ini menghadirkan redundansi geografis, pengalihan beban saat terjadi gangguan, serta memastikan penyaluran dan perlindungan trafik aplikasi lokal tetap berada di dalam negeri.

Langkah penguatan infrastruktur ini sejalan dengan ambisi kedaulatan digital nasional dan Roadmap Infrastruktur Digital Indonesia 2026–2030 yang diluncurkan oleh Kementerian PPN/Bappenas pada Juli 2026. Kebutuhan perlindungan aplikasi kian mendesak menyusul maraknya interaksi agen AI dan otomasi.

Laporan Thales Bad Bot Report 2026 mencatat bahwa bot menyumbang lebih dari 53% total trafik web global pada 2025, sementara serangan bot berbasis AI melonjak hingga 12,5 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Regional Director Singapore, Indonesia & Malaysia di Thales, Fei Wen Ho, menjelaskan bahwa fase pertumbuhan digital Indonesia berikutnya akan sangat dipengaruhi oleh AI dan otomasi. Kehadiran PoP kedua ini mengurangi ketergantungan pada satu pusat data serta memperkuat ekosistem digital nasional.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Teknologi Informasi PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Saladin D. Effendi, menyambut baik kolaborasi teknologi ini guna memastikan layanan perbankan digital BRI tetap aman dan tangguh di tengah tingginya ancaman siber.

PoP baru di Jakarta ini menyediakan kapabilitas keamanan lengkap, mulai dari Web Application Firewall, Advanced Bot Protection, API Security, perlindungan DDoS, hingga layanan distribusi konten. Peluncuran ini sekaligus memperluas jaringan Imperva Application Security menjadi 17 PoP di kawasan Asia Pasifik dan Jepang, serta 61 PoP secara global.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA