Ilustrasi: ManageEngine
Ilustrasi: ManageEngine

Ada Biaya Tersembunyi, Perusahaan Indonesia Masih Hadapi Titik Buta IT di Era AI

Mohamad Mamduh • 03 Juli 2026 17:13
Ringkasnya gini..
  • AI membutuhkan data yang bersih, terintegrasi, dan tersedia secara real time agar dapat memberikan hasil optimal.
  • Organisasi mulai beralih ke pendekatan seperti AIOps untuk menghubungkan data operasional dan mengenali pola insiden secara otomatis.
  • Visibilitas IT yang kuat kini menjadi fondasi utama bagi perusahaan yang ingin mempertahankan keunggulan kompetitif di masa depan.
Jakarta: Transformasi digital di Indonesia kini memasuki fase yang semakin matang. Di tengah percepatan investasi pada kecerdasan buatan (AI) dan perluasan infrastruktur, muncul tantangan kritis yang sering terabaikan: perusahaan memiliki data dalam jumlah masif, namun semakin sulit memahami kondisi nyata lingkungan IT mereka secara real time.
 
Kondisi yang dikenal sebagai operational blind spots atau kesenjangan visibilitas ini kini menjadi penghambat utama dalam kecepatan pengambilan keputusan dan ketahanan bisnis.
 

Kompleksitas yang Melahirkan Noise

Persoalan utama saat ini bukan lagi soal ketersediaan teknologi, melainkan ledakan data operasional. Sistem yang kompleks menghasilkan ribuan telemetri, log, dan alert dari aplikasi, server, hingga jaringan. Tanpa konteks yang jelas, tumpukan informasi ini justru berubah menjadi noise atau kebisingan yang menyulitkan tim IT menentukan prioritas.
 
Akibatnya, muncul apa yang disebut sebagai decision latency—jeda waktu yang terlalu lama antara terjadinya insiden hingga organisasi memahami akar penyebabnya. Dalam ekosistem bisnis digital yang serba cepat, keterlambatan ini berdampak langsung pada penurunan kualitas layanan, hilangnya pendapatan, hingga lunturnya kepercayaan pelanggan.
 

Kesiapan AI vs. Realitas Operasional

Indonesia mencatat pertumbuhan adopsi AI yang sangat pesat. Data menunjukkan bahwa 66% perusahaan di tanah air telah berinvestasi atau berencana mengadopsi teknologi agentic AI.

Namun, ada kesenjangan antara ambisi dan kesiapan operasional. Meski 69% pekerja telah menggunakan AI setahun terakhir, hanya 16% yang memanfaatkannya secara harian, menandakan banyak organisasi masih dalam tahap eksplorasi.
 
AI membutuhkan data yang bersih, terintegrasi, dan tersedia secara real time agar dapat memberikan hasil optimal. Sayangnya, data yang masih tersebar di berbagai sistem (silo) membuat AI berpotensi menghasilkan wawasan (insight) yang tidak akurat. Di saat yang sama, risiko siber terus membayangi, di mana 68% pemimpin bisnis di Indonesia kini menempatkan keamanan siber sebagai tiga prioritas utama mereka.
 

Mengubah Sinyal Menjadi Tindakan

Menghadapi tantangan ini, organisasi mulai beralih ke pendekatan seperti AIOps untuk menghubungkan data operasional dan mengenali pola insiden secara otomatis. Tujuannya adalah mempercepat kejelasan agar keputusan dapat segera diambil, bukan sekadar menambah volume data.
 
Hanief Bastian, Technical Manager ManageEngine Indonesia, menekankan bahwa tantangan terbesar di lapangan bukanlah kompleksitas teknologi itu sendiri, melainkan kurangnya visibilitas menyeluruh. "Sering kali, ketika jawaban atas sebuah masalah ditemukan, dampaknya sudah telanjur meluas. Mengurangi decision latency menjadi krusial saat bisnis bergantung pada AI," ungkap Hanief.
 

Peran Platform Terintegrasi

Di era baru ini, IT bukan lagi pendukung, melainkan mesin pengambil keputusan. Platform seperti ManageEngine hadir untuk membantu perusahaan memperoleh visibilitas utuh dengan menghubungkan data dari endpoint, jaringan, hingga lapisan keamanan dalam satu ekosistem.
 
Dengan bantuan AI untuk mengidentifikasi hubungan antar-insiden, tim IT tidak lagi terjebak memilah ribuan alert manual dan dapat lebih fokus pada inovasi strategis.
 
Keberhasilan transformasi digital di Indonesia ke depan tidak akan lagi diukur dari seberapa banyak teknologi yang dibeli, melainkan dari kemampuan perusahaan mengubah sinyal menjadi tindakan yang tepat dan cepat. Visibilitas IT yang kuat kini menjadi fondasi utama bagi perusahaan yang ingin mempertahankan keunggulan kompetitif di masa depan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA