Foto: Schneider Electric
Foto: Schneider Electric

Dorong Pengembangan Talenta untuk Transformasi Industri Berkelanjutan

Mohamad Mamduh • 05 Oktober 2026 15:00
Ringkasnya gini..
  • Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan jalur karier mahasiswa, penyelarasan kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri.
  • Langkah strategis ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dari Kementerian PPN/Bappenas.
  • Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan oleh Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D.
Jakarta: Schneider Electric memperkuat kemitraan strategis bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam upaya mengakselerasi transformasi industri berkelanjutan serta pengembangan talenta nasional.

Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan jalur karier mahasiswa, penyelarasan kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri, penyediaan sarana pembelajaran berbasis teknologi digital, serta peningkatan pengalaman praktis mahasiswa di dunia kerja. Inisiatif strategis ini secara langsung melibatkan Fakultas Teknik dan Sekolah Vokasi UGM.

Melalui kesepakatan tersebut, kedua pihak berkomitmen membangun jalur talenta yang berkelanjutan lewat program magang terstruktur bagi mahasiswa. Selain itu, program ini mengintegrasikan solusi EcoStruxure Automation Expert (EAE) ke dalam kurikulum pembelajaran. EAE merupakan teknologi otomasi berbasis perangkat lunak terbuka yang dirancang untuk mendukung efisiensi sistem kontrol digital pada berbagai proses industri modern.

Guna mendukung kesiapan sarana praktikum di kampus, Schneider Electric menyerahkan bantuan hibah teknologi berupa peralatan distribusi listrik tegangan menengah. Bantuan ini mencakup beberapa unit switchgear, termasuk panel tipe SM6 dan PIX yang diproduksi langsung dari pabrik Schneider Electric di Cikarang.

Peralatan tersebut akan dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran dan riset praktis di laboratorium Fakultas Teknik serta Sekolah Vokasi UGM. Schneider Electric juga menggelar sesi kuliah teknis yang diikuti oleh lebih dari 150 mahasiswa dan alumni UGM untuk membagikan wawasan mengenai aplikasi teknologi switchgear serta kompetensi kelistrikan di era digitalisasi.

Langkah strategis ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dari Kementerian PPN/Bappenas yang menempatkan penguatan pendidikan vokasi serta peningkatan produktivitas tenaga kerja sebagai program prioritas. Upaya ini diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi dan relevan dengan dinamika kebutuhan industri masa depan.

President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan memberikan paparan nyata dunia industri kepada mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi terus mengubah kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar, sehingga paparan industri secara langsung sangat krusial agar mahasiswa dapat memahami penerapan teknologi dan membangun kompetensi yang relevan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, menyampaikan bahwa sinergi ini akan memperkaya proses pembelajaran, memperluas wawasan akademisi, serta menjaga relevansi pendidikan dengan perkembangan teknologi.

Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan oleh Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., beserta jajaran pimpinan universitas. Kolaborasi ini sekaligus melengkapi kerja sama pengembangan talenta nasional setelah kemitraan serupa bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Politeknik Negeri Batam.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA