Mengutip Digital Trends, pendengar kini dapat membentuk preferensi rekomendasi seperti Discover Weekly dan Wrapped melalui prompt atau instruksi bahasa alami, alih-alih mengandalkan sepenuhnya pada algoritma historis.
Menurut analisis berkas aplikasi atau APK teardown oleh pakar teknologi, pembaruan ini muncul sebagai indikasi bahwa Spotify ingin menyesuaikan rekomendasi yang dihasilkannya dengan cara pengguna benar-benar merasa direpresentasikan oleh sistem.
Kemampuan tersebut memungkinkan pengguna untuk menyampaikan preferensi musik secara lebih eksplisit, misalnya mengarahkan Spotify untuk memprioritaskan genre tertentu atau memfilter gaya musik yang tidak diinginkan melalui input berbasis teks.
Spotify selama ini sudah dikenal dengan sistem rekomendasi yang kompleks, yang memanfaatkan riwayat pemutaran, pola perilaku, serta data metadata untuk menyarankan lagu yang diperkirakan cocok bagi setiap pendengar.
Kombinasi sistem ini menghasilkan daftar pribadi seperti Discover Weekly yang telah membantu pengguna menemukan jutaan lagu baru selama lebih dari satu dekade. Namun, beberapa pengguna mengeluhkan bahwa algoritma standar terkadang tergelincir, misalnya ketika satu atau beberapa lagu yang tidak mencerminkan selera utama justru mempengaruhi rekomendasi keseluruhan.
Beberapa pembaruan sebelumnya seperti Exclude from Your Taste Profile memberikan pilihan untuk mengeluarkan lagu tertentu dari perhitungan rekomendasi, sehingga hasil saran menjadi lebih akurat dan sesuai selera dasar pengguna.
Pembaruan yang tengah diuji kini diduga membawa fungsi lebih kuat, yaitu membiarkan pengguna memberi prompt langsung untuk mengarahkan algoritma rekomendasi. Fitur ini memungkinkan pendengar untuk menyampaikan preferensi musik secara eksplisit dan memberi Spotify konteks lebih detail terhadap apa yang diinginkan, serupa pengalaman interaksi bahasa alami.
Kendati Spotify belum mengonfirmasi tanggal rilis resmi fitur ini, indikasi dari teardown APK menunjukkan bahwa arah pengembangan selaras dengan kecenderungan layanan musik digital untuk menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dan personalisasi mendalam demi meningkatkan pengalaman pengguna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News