Ilustrasi.
Ilustrasi.

Kominfo dan ATSI Siap Investigasi Celah Keamanan Kartu SIM

Teknologi kominfo telekomunikasi cyber security
Cahyandaru Kuncorojati • 17 September 2019 17:28
Jakarta: Celah keamanan pada kartu SIM yang dilaporkan berpotensi terjadinya kasus seragan siber bernama SIMjacker ternyata ditanggapi serius oleh pihak di Indonesia, di antaranya Menkominfo Rudiantara dan asosiasi industri yang berkaitan.
 
Menkominfo Rudiantara di sela acara Youth Dialogue 2019 sempat memberikan sedikit informasi mengenai kasus SIMjacker. Dia menyatakan bahwa dirinya dan rekan di industri telekomunikasi akan segera melakukan diskusi untuk memulai investigasi.
 
"Barusan saya menerima update dan sudah berbicara dengan teman-teman (operator telekomunikasi) untuk melakukan secepatnya," ungkap Rudiantara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya juga menyatakan akan bertemu dengan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), perwkailan operator, dan ahli teknologi ini untuk membahasnya dalam waktu dekat.
 
Rudiantara menyebut bahwa pertemuan seluruh pihak akan dilakukan minggu ini. Bersamaan dengan Rudiantara, Presiden Direktur Smartfren Indonesia Merza Fachys yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) juga memberikan jawaban mengenai kasus SIMjacker.
 
"Kita akan diskuisi dulu, cari apa penyebabnya, kemudian kasih solusinya segera minggu ini. SIM Card itu diproduksi operator, kita diskusikan sama semua operator," tutur Merza.
 
Sebelumnya perusahaan keamanan AdaptiveMobile Security melaporkan adanya celah keamanan yang bisa dimanfaatkan peretas mengambil alih kendali kartu SIM di smartphone. Serangan ini bisa digunakan peretas untuk mencuri data hingga memantau aktivitas pengguna di smartphone.
 
Celah keamanan di kartu SIM tersebut berasal dari salah satu fitur teknologi yang dinilai sudah ketinggalan jaman. AdaptiveMobile Security mengklaim serangan bernama SIMjacker mengancam miliaran smartphone Android maupun iOS di 30 negara.
 
Pihak AdaptiveMobile Security mengklaim sudah melaporkannya ke asosiasi operator seluler dunia, GSMA, dan akan dilakukan investigasi mendalam. Sejauh ini belum ditemukan solusi untuk memberantas serangan SIMjacker.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif