Menkominfo Johnny G Plate (Foto:Dok)
Menkominfo Johnny G Plate (Foto:Dok)

Pembangunan BTS 4G Berbasis Wilayah Ditargetkan Selesai pada 2022

Teknologi Berita Kominfo BAKTI BAKTI Kominfo
Gervin Nathaniel Purba • 31 Maret 2021 22:52
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menargetkan pembangunan base transceiver station (BTS) untuk sinyal 4G di seluruh Indonesia akan selesai pada 2022. Untuk mempercepat pemerataan di seluruh wilayah Indonesia, pola pembangunan menggunakan pendekatan teritorial (wilayah).
 
Selama ini pemerintah membangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis pada jaringan (network). Setelah dilakukan analisis, pola pembangunan tidak lagi dari hulu ke hilir di upstream.
 
"Jadi pendekatannya sangat teritorial, untuk itu telah dilakukan analisis di mana saja di Indonesia ini berbasis desa atau kelurahan, titik-titik yang belum terjangkau sinyal yang secara umum dikenal sebagai blank spot,” ujar Menkominfo Johnny G Plate, dikutip siaran pers, Rabu, 31 Maret 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khusus wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), terdapat total 9.113 desa dan kelurahan. Dari jumlah tersebut sudah dibangun BTS 4G di 1.209 desa dan kelurahan.
 
Sedangkan, sisanya sebanyak 7.904 telah diprogramkan pada 2021 dan 2022. Sementara, untuk wilayah non-3T berjumlah 3.435 desa dan kelurahan yang saat ini sedang disiapkan oleh operator seluler.
 
"Dalam rangka membangun di the last mile atau titik akhir infrastruktur TIK untuk menjangkau wilayah desa dan kelurahan itu, dilakukanlah rapat (kick-off meeting) di Denpasar, Bali, mulai kemarin untuk meneruskan penandatanganan kontrak payung pembangunan BTS di 7.904 desa yang dilaksanakan di hadapan Presiden di Istana Negara,” ujar Menkominfo Johnny.
 
Melalui kick-off meeting bersama konsorsium, Badan Aksesibiltas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Kominfo (BAKTI Kominfo) segera menyelesaikan layanan sinyal 4G di 12.548 desa dan kelurahan yang belum terjangkau.
 
“Sehingga dilakukan usaha pembangunan infrastruktur untuk memastikan sinyal di wilayah terdepan bisa dihasilkan, yaitu dibagi dalam dua bagian yang dikenal dengan wilayah 3T. Pembangunan tersebut dilakukan oleh BAKTI Kominfo, dan wilayah non-3T yang akan dikerjakan beramai-ramai bersama operator seluler,” ujarnya.
 
Pembagian berdasar teritorial juga menjadi dasar untuk kerja sama dengan pemenang lelang Paket BTS 4G. Menurutnya, pembicaraan dan penjelasan dalam kick-off meeting merupakan awal dari satu mekanisme implementasi kontrak dengan objektif, yang diharapkan sasaran dan tujuan dari pembangunan infrastruktur BTS 4G berjalan lancar sesuai jadwal dan jumlah yang disepakati.
 
“Yang pertama pastinya pesan-pesan penyelenggara atau yang ditunjuk sebagai pemenang lelang, ada tiga grup perusahaan yang terbagi dalam lima wilayah kerja yang kemudian didetilkan menjadi 11 area di Indonesia Barat, Tengah, dan Timur,” ujar Menteri Johnny.
 
Menkominfo menjelaskan pembangunan infrastruktur BTS 4G nantinya akan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 4.200 BTS untuk 4.200 desa dan kelurahan akan dibangun pada 2021.
 
“Sisanya 3.700 dibangun pada 2022, sesuai ketersediaan pembiayaan melalui mekanisme blended financing atau bauran pembiayaan, ada komponen rupiah murni, komponen PNBP sektor Kominfo dan komponen Universal Service Obligation,” ujarnya.
 
Menteri Johnny menyatakan dalam kick-off meeting berlangsung pembahasan dan penjelasan yang disampaikan oleh masing-masing konsorsium melalui beberapa penekanan.
 
“Penekanan yang pertama adalah jadwal kerja sudah diatur seperti apa, yang kedua adalah pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan untuk memungkinkan transfer teknologi khususnya tenaga-tenaga lokal baik dilatih di dalam negeri, maupun dilatih di luar negeri di tempat perusahaan-perusahaan yang bersangkutan,” katanya.
 
Menurut Menkominfo, masalah krusial yang dihadapi saat ini salah satunya adalah mitigasi risiko yang ditimbulkan, di antaranya memastikan ketersediaan lahan. Ketersediaan lahan merupakan proses perizinan awal di daerah yang nantinya harus menjadi perhatian bersama.
 
Oleh karena itu, Menteri Johnny berharap BAKTI dan konsorsium harus kerja sama dengan baik, termasuk juga perkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Sedangkan, masalah krusial yang kedua proses perizinan.
 
Mengingat target penyelesaian dikerjakan dalam jadwal yang ketat, hal itu diharapkan proses perizinan juga bisa dilakukan dengan baik dan cepat.
 
Pembangunan BTS 4G Berbasis Wilayah Ditargetkan Selesai pada 2022


 
Sinergi dengan Pemda


 
Johnny juga mendorong pihak konsorsium untuk membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah (Pemda) agar pembangunan infrastruktur telekomunikasi berlangsung dengan baik. Hal itu disampaikannya usai penandatanganan kontrak payung untuk percepatan pembangunan BTS wilayah 3T.
 
"Tentu kita perlu melakukan komunikasi secara baik dan terus-menerus dengan pemerintah daerah, dan lingkungan di mana pelaksanaan pekerjaan itu dilakukan," kata Johnny.
 
Johnny menekankan hal itu untuk menghindari adanya resistensi dari masyarakat dan Pemda karena alasan sederhana. Misalnya, tidak ada komunikasi dengan Pemda.
 
"Itu seharusnya dari awal itu dilakukan agar dibuka komunikasi, sehingga berbagai permasalahan itu sudah diketahui lebih awal dan bisa diselesaikan dengan cepat,” kata mantan anggota Komisi XI DPR itu.
 
Percepatan pembangunan BTS 4G bukan pekerjaan yang mudah. Namun juga bukan berarti tidak bisa dikerjakan. Terlebih, jajaran pihaknya sudah memiliki kemampuan dan pengalaman yang memumpuni.
 
"Tetapi karena ini satu operasi pembangunan pekerjaan yang besar, tidak saja dalam jumlah tetapi sebarannya dan tantangan wilayahnya, maka di situlah kita butuh untuk melakukan koordinasi,” katanya.
 


Utilisiasi Infrastruktur TIK jadi Fokus Utama


 
Di satu sisi, Johnny menyatakan pihaknya sedang memfokuskan pada utilisasi infrastruktur TIK sebagai salah satu fokus utama. Sebab, membangun infrastruktur pasif saja tidak cukup.
 
"Kita harus memastikan pembangunan infrastruktur pasif ditindaklanjuti untuk menghasilkan infrastruktur aktif, sehingga 4G coverage sinyalnya bisa betul-betul rill hadir di wilayah-wilayah kerja yang sedang kita lakukan. Ini agar utilisasinya menjadi lebih baik," kata Johnny.
 
Johnny mengungkap arahan Presiden Joko Widodo mengenai peningkatan utilisasi infrastruktur TIK, terutama utilisasi backbone broadband Palapa Ring.
 
“Untuk itu harus dicarikan semua cara dan jalan yang dimungkinkan untuk memastikan peningkatan utilisasi, termasuk penambahan atau melengkapi networking infrastruktur itu sendiri dalam rangka konektivitas nasional,” ucapnya.
 
Menkominfo menegaskan bahwa kepastian pembangunan fisik secara pasif juga harus ditunjang dengan kepastian menghadirkan sinyal 4G. Sehingga melalui pembangunan infrastruktur aktif menjadi tugas bersama antara Kementerian Kominfo dan mitra kerja. “Masyarakat sangat berharap dan menunggu kesuksesan kita,” katanya.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif