Keputusan ini tidak hanya berkaitan dengan keberlanjutan kepemimpinan perusahaan. Indosat mengaitkannya dengan fase lanjutan transformasi bisnis yang semakin menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai salah satu fokus utama, termasuk melalui strategi AI North Star.
Dalam agenda berikutnya, Indosat menyatakan akan mengembangkan ekosistem AI secara lebih menyeluruh. Fokusnya tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur komputasi, tetapi mencakup rangkaian kapabilitas dari infrastruktur, cloud, platform, hingga solusi berbasis AI.
Langkah tersebut menunjukkan perubahan fokus dari sekadar menyediakan kapasitas teknologi menjadi upaya mengubah kapasitas AI menjadi layanan dan nilai yang dapat dimanfaatkan dunia usaha maupun masyarakat. Indosat menyebut perluasan akses terhadap teknologi AI sebagai bagian dari upaya tersebut.
Infrastruktur AI Jadi Fondasi
Untuk mendukung strategi tersebut, Indosat tengah membangun sejumlah fondasi infrastruktur. Salah satunya melalui Zankore, yang disebut memperkuat kemampuan komputasi perusahaan lewat kontrak jangka panjang dengan kapasitas 200 MW.Di sisi konektivitas, RAIA Grid ditopang jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer. Infrastruktur tersebut diarahkan untuk mendekatkan kapabilitas AI kepada pelaku usaha, pengembang, peneliti, dan masyarakat.
Kombinasi komputasi dan konektivitas ini menjadi bagian dari fondasi AI Factory Indosat. Perusahaan ingin pemanfaatan AI tidak berhenti pada peningkatan kapasitas pusat komputasi, tetapi menghasilkan penggunaan teknologi yang memiliki dampak lebih konkret.
Reski Damayanti, Corporate Secretary, Director dan Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan keberlanjutan kepemimpinan tersebut akan menjadi momentum untuk melanjutkan agenda transformasi perusahaan.
"Kami menyambut babak baru bagi Indosat, dengan momentum yang kuat dan peluang pertumbuhan yang semakin besar. Berbekal fondasi yang telah kami bangun, kami siap memperluas implementasi strategi AI North Star, memperkuat Customer Love, serta terus mengembangkan kapabilitas untuk menciptakan masa depan digital yang lebih berkelanjutan dan inklusif,"tutur Reski.
"Bersama pelanggan, mitra, pemegang saham, dan seluruh ekosistem, kami optimistis dapat terus memberikan kontribusi yang lebih baik bagi Indonesia, dalam semangat #LebihBaikIndosat," ujarnya.
Target 2 Juta Talenta Digital
Ambisi AI Indosat juga diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia. Perusahaan menargetkan pemberdayaan hingga 2 juta talenta digital pada 2030, dengan melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, mitra teknologi, serta pemangku kepentingan lainnya.Program tersebut mencakup penguatan riset AI, inovasi, serta pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Indosat juga menyatakan akan terus memperluas akses terhadap peluang digital bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia.
Di sisi efisiensi, perusahaan tengah menguji AI-RAN, teknologi yang dirancang untuk menekan konsumsi energi hingga 20 persen dibandingkan jaringan konvensional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun infrastruktur AI yang tidak hanya memiliki kapasitas besar, tetapi juga lebih efisien dan bertanggung jawab.
Selain perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha, RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris setelah Seppalga Ahmad mengundurkan diri dari posisi Komisaris Perseroan. Pengunduran diri tersebut telah diterima dan disetujui dalam rapat.