Presiden Direktur & CEO XLSmart, Rajeev Sethi, menekankan bahwa kunci utama transformasi digital nasional terletak pada kolaborasi lintas sektor.
Guna mendukung visi tersebut, XLSmart terus memperluas jangkauan jaringan 5G mereka yang kini telah hadir di 43 kota dan kabupaten, dengan target ambisius mencapai 88 wilayah pada akhir tahun 2026. Infrastruktur ini diharapkan menjadi tulang punggung bagi dunia industri dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing global.
Momen puncak dalam acara ini adalah peluncuran ESTA Prime, evolusi terbaru dari platform Enterprise Smart Technology & Automation (ESTA). Direktur & Chief Enterprise Business Officer XLSmart, Andrijanto Muljono, menjelaskan bahwa ESTA Prime merupakan solusi terintegrasi yang menggabungkan kapabilitas AI, Cloud, Cybersecurity, hingga Industrial IoT dalam satu ekosistem.
"ESTA Prime tidak hanya menghubungkan teknologi, tetapi juga menyatukan data dan operasional untuk menghasilkan wawasan yang akurat bagi pengambilan keputusan bisnis," ujar Andrijanto.
Platform ini menonjol karena menggabungkan Technology Platform dengan Advanced Managed Services, memberikan dukungan operasional menyeluruh bagi pelanggan di berbagai sektor seperti perbankan, transportasi, hingga pemerintahan. Tahun ini, fokus pengembangan ESTA Prime diarahkan pada penguatan arsitektur yang siap mendukung AI (AI-ready) dan penyediaan GPU Cluster untuk keperluan Machine Learning.
Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, sebagai pembicara utama. Selain itu, diskusi panel bertajuk Apakah AI Akan Menentukan Arah Bisnis dan Negara? yang dimoderatori oleh Gita Wirjawan turut menghadirkan tokoh nasional seperti Budi Gunadi Sadikin dan Rudiantara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News