Yang Chaobin, CEO Huawei ICT BG, mengumumkan pencapaian ITU P2C Pledge di MWC Barcelona 2026
Yang Chaobin, CEO Huawei ICT BG, mengumumkan pencapaian ITU P2C Pledge di MWC Barcelona 2026

MWC 2026

Huawei Lampaui Target ITU, Hadirkan Konektivitas Digital 170 Juta Orang

Mohamad Mamduh • 05 Maret 2026 17:11
Ringkasnya gini..
  • Untuk menjembatani kesenjangan keterampilan, Huawei menjalankan program Skills on Wheels yang sejak 2019.
  • Yang Chaobin juga menyampaikan apresiasi kepada para pelanggan dan mitra telekomunikasi Huawei atas kolaborasi yang telah terjalin.
  • Ke depan, Huawei menyatakan komitmen untuk terus mendorong inovasi teknologi jaringan pedesaan.
Jakarta: Huawei, mengumumkan telah melampaui target yang ditetapkan dalam koalisi digital International Telecommunication Union (ITU) Partner2Connect (P2C). Perusahaan tersebut berhasil menyediakan konektivitas digital bagi 170 juta orang di wilayah terpencil, tersebar di lebih dari 80 negara.
 
Pengumuman penting ini disampaikan oleh Yang Chaobin, CEO Huawei ICT Business Group (ICT BG), dalam ajang TECH Cares Forum yang digelar di Barcelona. Pencapaian ini jauh melampaui komitmen awal yang dibuat Huawei pada 2022, yaitu menghubungkan 120 juta orang di wilayah terpencil pada tahun 2025. Yang Chaobin juga menyampaikan apresiasi kepada para pelanggan dan mitra telekomunikasi Huawei atas kolaborasi yang telah terjalin.
 
Dalam kata sambutannya, Yang Chaobin menekankan bahwa di tengah pesatnya perkembangan Kecerdasan Buatan (AI), kesenjangan digital masih terus terjadi dan berisiko semakin melebar. "Jaringan digital berkecepatan tinggi dan kapabilitas komputasi yang andal merupakan fondasi penting bagi era AI yang inklusif dan berkelanjutan".

Komitmen Huawei ini mendapat apresiasi dari Cosmas Zavazava, Direktur Biro Pengembangan Telekomunikasi ITU, yang menyoroti pentingnya model bisnis inovatif, pendekatan inklusif, dan investasi berkelanjutan dalam pengembangan kapasitas lokal untuk menjembatani kesenjangan digital di wilayah pedesaan.
 
Jeff Wang, President of Huawei Public Affairs and Communications, menambahkan bahwa inklusi digital bertumpu pada dua pilar utama: konektivitas yang inklusif dan pemberdayaan keterampilan digital.
 
Untuk menjembatani kesenjangan keterampilan, Huawei menjalankan program Skills on Wheels yang sejak 2019 telah memberikan pelatihan digital berbasis mobilitas kepada lebih dari 130.000 orang di 21 negara.
 
Di sisi inovasi jaringan, Huawei terus meningkatkan solusi Rural Series sejak 2017. Sebagai contoh, solusi Huawei RuralCow yang diluncurkan pada November 2025, telah memperluas cakupan jaringan ke desa-desa berpenduduk sekitar 1.500 orang, didukung oleh MTN Nigeria.
 
Para peserta forum, termasuk sekitar 80 perwakilan dari pemerintah, industri, dan organisasi internasional, sepakat bahwa percepatan inklusi digital di era AI menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, operator, organisasi internasional, dan sektor swasta.
 
Ke depan, Huawei menyatakan komitmen untuk terus mendorong inovasi teknologi jaringan pedesaan, memperkuat kolaborasi terbuka, dan mempercepat pemberdayaan keterampilan digital, demi mewujudkan dunia digital yang lebih setara dan berkelanjutan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA