Dalam sambutannya, CEO SUSE, Dirk-Peter van Leeuwen, menekankan pentingnya memberikan kebebasan bagi para pemimpin TI untuk mengelola beban kerja di berbagai lingkungan, mulai dari pusat data hingga edge. "Inovasi di SUSECON tahun ini menegaskan visi kami untuk membantu pelanggan menghilangkan hambatan dan menghindari ketergantungan pada satu vendor," ujarnya.
Salah satu sorotan utama adalah peluncuran SUSE AI Factory bersama NVIDIA. Inovasi ini merupakan tumpukan perangkat lunak terpadu yang memungkinkan perusahaan merakit dan mengelola aplikasi AI secara konsisten dengan skala besar.
Fokus utama platform ini adalah Sovereign AI (AI Berdaulat) dan keamanan zero-trust, yang memastikan data eksklusif perusahaan tetap terlindungi di dalam infrastruktur pribadi sambil tetap memanfaatkan teknologi AI terbaru dari NVIDIA.
Selain itu, SUSE menjalin kemitraan dengan Switch dan NVIDIA untuk mempercepat pengembangan sistem Digital Twin melalui penggunaan perpustakaan SUSE AI dan NVIDIA Omniverse. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja pusat data secara real-time dan meningkatkan efisiensi operasional melalui simulasi 3D berketepatan tinggi.
Penelitian terbaru SUSE pada tahun 2026 mengungkapkan adanya tantangan besar yang disebut sebagai kesenjangan kedaulatan. Meski 98% perusahaan memprioritaskan kedaulatan digital, baru 52% yang telah mengimplementasikannya secara nyata. SUSE hadir untuk menjembatani celah ini dengan mengintegrasikan kecerdasan berbasis agen dan otomatisasi langsung ke dalam infrastruktur inti Linux dan Kubernetes.
Guna membantu perusahaan keluar dari ketergantungan vendor virtualisasi, SUSE bekerja sama dengan Cloudbase Solutions untuk menghadirkan alat migrasi Coriolis. Solusi ini memungkinkan perusahaan memindahkan beban kerja virtual dari VMware atau cloud publik ke SUSE Virtualization tanpa waktu henti (downtime), termasuk untuk beban kerja kritis seperti lingkungan SAP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News