Jakarta: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Apple dan Intel telah mencapai kesepakatan untuk merancang serta memproduksi chip di dalam negeri. Jika terealisasi, kerja sama tersebut berpotensi menjadi langkah penting dalam upaya memperkuat industri semikonduktor Amerika Serikat.
Mengutip GSM Arena, kerja sama iini sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas manufaktur di luar negeri. Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social.
Menurut Trump, Apple akan bekerja sama dengan Intel untuk mendesain dan membangun chip di Amerika Serikat sebagai bagian dari strategi memperkuat rantai pasok teknologi nasional. Namun hingga kini, baik Apple maupun Intel belum memberikan konfirmasi resmi terkait pengumuman tersebut.
Kabar ini langsung mendapat respons positif dari pasar. Saham Intel melonjak sekitar 7% hingga 11% setelah pengumuman tersebut beredar, mencerminkan optimisme investor terhadap peluang Intel memperoleh salah satu pelanggan terbesar di industri teknologi global.
Selama ini Apple mengandalkan manufaktur chip dari perusahaan Taiwan, TSMC, untuk memproduksi chip seri A dan M yang digunakan pada iPhone, iPad, serta Mac. Namun meningkatnya permintaan chip AI dari perusahaan seperti Nvidia dan AMD membuat kapasitas produksi TSMC semakin padat.
Kerja sama dengan Intel dinilai dapat membantu Apple memperluas basis produksinya sekaligus memperoleh kapasitas manufaktur tambahan di Amerika Serikat. Langkah tersebut juga sejalan dengan tren diversifikasi rantai pasok yang dilakukan berbagai perusahaan teknologi besar dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, laporan The Wall Street Journal pada bulan Mei 2026 menyebut Apple dan Intel telah mencapai kesepakatan awal setelah lebih dari satu tahun pembahasan. Kendati demikian, rincian mengenai jenis chip yang akan diproduksi maupun skala kerja sama tersebut belum diungkap ke publik.
Bagi Intel, keberhasilan mendapatkan kontrak dari Apple dapat menjadi pencapaian besar dalam transformasi bisnis manufakturnya. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan berupaya memperluas bisnis foundry atau jasa produksi chip untuk pihak ketiga guna bersaing dengan TSMC dan Samsung.
Kehadiran Apple sebagai pelanggan berpotensi memberikan permintaan jangka panjang sekaligus meningkatkan kredibilitas Intel di mata calon klien lain. Analis industri menilai kesepakatan ini dapat menjadi validasi penting terhadap strategi Intel dalam membangun kapasitas manufaktur chip di Amerika Serikat.
Kendati demikian, sejumlah analis memperkirakan tahap awal kerja sama berpotensi masih terbatas pada komponen tertentu dengan volume produksi yang belum terlalu besar. Detail implementasi proyek tersebut diperkirakan baru akan terungkap dalam beberapa bulan mendatang.
Pengumuman ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang terus mendorong penguatan industri semikonduktor domestik. Pemerintahan Trump dalam beberapa tahun terakhir aktif menggalang investasi dan kemitraan untuk meningkatkan kapasitas produksi chip di dalam negeri.
Selain Apple, Trump sebelumnya juga menyebut keterlibatan perusahaan seperti Nvidia dan Tesla dalam berbagai inisiatif yang melibatkan Intel. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan rantai pasok teknologi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap manufaktur chip di Asia.
Apabila kerja sama ini benar-benar terealisasi, Apple akan memperoleh opsi produksi tambahan di Amerika Serikat, sementara Intel berpeluang mempercepat transformasinya menjadi pemain utama dalam bisnis manufaktur semikonduktor global.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan