Jakarta: F5 telah resmi memperkenalkan inovasi terbarunya, F5 Application Delivery and Security Platform, diklaim sebagai application delivery controller (ADC) pertama di industri yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan aplikasi modern dan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Platform ini mewujudkan janji dari generasi baru ADC, mengusung nama ADC 3.0. Menurut Country Manager F5 Indonesia Surung Sinamo, kehadiran ADC 3.0 ini sangat relevan di tengah pergeseran arsitektur aplikasi dari monolitik ke aplikasi modern modular dan terdistribusi.
“Era AI semakin mempercepat distribusi ini, di mana model AI, data, dan front-end aplikasi dapat tersebar di berbagai lokasi, termasuk multiple data centers, public clouds, hingga edge,” ujar Surung.
Laporan F5 State of Applications (SOAS) menunjukkan bahwa 94% organisasi menerapkan aplikasi di berbagai lingkungan, termasuk cloud publik, cloud privat, data center on-premise, komputasi edge, dan fasilitas kolokasi.
Selain itu, sebanyak 94% organisasi mengelola aplikasi di berbagai lokasi atau model penerapan, dan organisasi saat ini menghadapi 94% organisasi mengelola aplikasi di beberapa lokasi atau model penerapan, dan organisasi saat ini berurusan dengan rata-rata empat vendor cloud publik berbeda.
Surung menambahkan bahwa kondisi ini menciptakan kompleksitas besar dalam manajemen jaringan dan keamanan. Setiap lingkungan, baik on-prem, GCP dan AWS, jelas Surung, memiliki konfigurasi jaringan dan keamanan berbeda, menyulitkan penerapan kebijakan keamanan konsisten dan pemantauan end-to-end aplikasi.
F5 Application Delivery and Security Platform hadir sebagai solusi all-in-one yang mengkonvergensikan fungsi networking dan security dalam satu platform terpadu. Fitur pengiriman aplikasi yang ditawarkan meliputi load balancing, DNS, CDN, API gateway, dan multi-cloud networking.
Sementara itu, fitur keamanan yang komprehensif mencakup access security, AI gateway, data link prevention, network firewall, WAF dengan Web Application Firewall, API Protection, Bot Protection, dan DDoS, serta Zero Trust.
Konvergensi ini memungkinkan otomatisasi yang lebih tinggi dan visibilitas end-to-end, sehingga memudahkan tim X-Ops yaitu DevOps, SecOps, NetOps berkolaborasi dengan satu alat yang sama. Salah satu inovasi paling menarik dari platform ini adalah AI Gateway dan AI Assistant.
Surung menjelaskan bahwa AI Gateway berfungsi sebagai penjaga untuk model AI, melindungi model, mengontrol akses terhadap LLM, memastikan tidak ada data konfidensial atau PII yang bocor, bahkan dapat melakukan perlindungan atau masking data.
Selain itu, AI Gateway juga dapat berfungsi sebagai LLM routing dan caching untuk menghemat biaya token. Sementara itu, AI Assistant memungkinkan pengguna seperti admin IT untuk mengajukan pertanyaan dalam bahasa alam seperti chatbot mengenai performa aplikasi atau masalah keamanan.
Kemudian platform akan memberikan diagnosis serta rekomendasi secara cepat. F5 juga akan menghadirkan AI untuk membantu membuat iRules, fitur pemrograman data yang selama ini membutuhkan keahlian khusus.
Dengan kapabilitas ini, F5 Application Delivery and Security Platform memungkinkan organisasi untuk memanfaatkan potensi penuh AI secara aman dan efisien di lingkungan yang semakin rumit dan terdistribusi.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan