Ilustrasi. (Chachawal Prapai via Getty Images)
Ilustrasi. (Chachawal Prapai via Getty Images)

Hacker Bisa Retas Sistem Keamanan Berbasis Pembuluh Darah

Teknologi cyber security
Ellavie Ichlasa Amalia • 29 Desember 2018 14:34
Jakarta: Sistem keamanan biometrik kini tidak hanya menggunakan sidik jari dan pengenalan wajah, tapi juga pembuluh darah. Sayangnya, para hacker telah menemukan cara untuk meretas sistem autentikasi berbasis pembuluh darah. 

Menurut Motherboard, di konferensi hacking Chaos Communication Congress yang diadakan di Leipzig, Jerman, peneliti keamanan memamerkan model tangan yang terbuat dari lilin yang bisa digunakan untuk meretas sistem autentikasi berbasis pembunuh darah. 

Biasanya, sistem autentikasi pemubuluh darah akan memindai bentuk, ukuran, dan lokasi dari pembuluh seseorang di tangan mereka. Pola dari pembuluh darah harus diidentifikasi setiap kali sistem memindai tangan seseorang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Untuk menipu sistem itu, para peneliti mengembil 2.500 gambar dari tangan seseorang menggunakan kamera SLR yang telah dimodifikasi. Filter infrared pada kamera itu telah dilepas sehingga ia bisa menampilkan pembuluh darah dari tangan yang difoto dengan lebih jelas. Setelah itu, para peneliti membuat tangan dari lilin yang didasarkan dari ribuan foto tersebut. Mereka juga memastikan bahwa tangan dari lilin itu memiliki detail pembuluh darah yang sama. Alhasil, tangan palsu itu cukup baik dalam mengelabui sistem autentikasi berbasis pembuluh darah. 

Untungnya, metode yang digunakan oleh para peneliti untuk menipu sistem autentikasi pembuluh darah tidak mudah ditiru.

Memang, para peneliti mengatakan bahwa foto tangan yang diambil dari jarak lima meter cukup bagus. Namun, mengambil foto dari tangan dalam jumlah cukup banyak bukanlah hal yang mudah. 

Selain itu, proses peretasan sistem autentikasi pembuluh darah juga lebih sulit jika dibandingkan dengan sistem sidik jari. Seseorang bisa mendapatkan sidik jari seseorang hanya dengan mengambilnya pada benda yang pernah dipegang. 


(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi