WhatsApp Batasi Jumlah Pesan Terusan

Ellavie Ichlasa Amalia 21 Juli 2018 09:36 WIB
whatsapp
WhatsApp Batasi Jumlah Pesan Terusan
WhatsApp terus perketat peraturannya terkait penyebaran hoaks. (AFP PHOTO / Lionel BONAVENTURE)
Jakarta: Dalam rangka meminimalisir penyebaran informasi palsu dan spam, WhatsApp belum lama ini memberikan label pada pesan terusan (forwarded). Sekarang, WhatsApp memperkuat strateginya dengan membatasi jumlah grup penerima sebuah pesan. 

Pada awalnya, pengguna bisa meneruskan pesan ke banyak grup. Namun, mulai sekarang, WhatsApp akan menetapkan peraturan baru. Dengan begitu, pengguna akan hanya bisa mengirimkan satu pesan ke 20 grup di seluruh dunia.

India, yang merupakan negara dengan pengguna WhatsApp terbanyak, akan memiliki batasan yang berbeda. WhatsApp membatasi pengguna India sehingga mereka hanya bisa meneruskan pesan ke 5 grup.


Selain itu, WhatsApp juga menghapus opsi "quick forward" yang memungkinkan pengguna untuk meneruskan pesan dan video ke pengguna lain, menurut laporan TechCrunch

"Kami percaya, perubahan ini -- yang akan terus kami evaluasi -- akan membantu WhatsApp mempertahankan tujuan awalnya, yaitu sebagai aplikasi chatting," tulis WhatsApp dalam sebuah blog post.

Langkah yang WhatsApp ambil bertujuan untuk mengurangi banyaknya berita palsu yang menyebar dengan viral di aplikasi mereka. Sayangnya, semua ini tampaknya tidak akan menyelesaikan masalah begitu saja.

WhatsApp mengambil keputusan ini sebagai jawaban atas berbagai kejadian yang terjadi di India. Belum lama ini, BBC melaporkan bagaimana rumor salah yang menyebar di WhatsApp menyebabkan seorang pria dipukuli hingga mati sementar dua lainnya dipukuli hingga babak belur.

Dikabarkan, ada 17 orang lain yang terbunuh dalam satu tahun belakangan akibat rumor salah yang menyebar via WhatsApp. 

Sebagai jawaban atas masalah ini, WhatsApp memasang iklan di koran tentang bahaya akan informasi salah di aplikasinya. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.