Kaspersky umumkan laporan peningkatan serangan DDoS selama pandemik COVID-19.
Kaspersky umumkan laporan peningkatan serangan DDoS selama pandemik COVID-19.

Serangan DDoS Meningkat 3x Lipat Selama Q1 2020

Teknologi teknologi kaspersky
Lufthi Anggraeni • 28 Mei 2020 11:29
Jakarta: Kaspersky merilis laporan DDoS Q1 2020, mengungkapkan peningkatan jumlah keseluruhan serangan selama tiga bulan pertama tahun ini, dengan lonjakan signifikan dalam serangan terhadap situs yang berkenaan dengan pendidikan dan kota.
 
Peningkatan ini disebut Kaspersky karena aktor DDoS mengambil keuntungan dari situasi saat masyarakat harus melakukan aktivitas di rumah dan sangat bergantung pada sumber daya digital. Pandemi virus korona, mulai kuartal pertama tahun 2020, menyebabkan hampir semua kegiatan baik belajar, bekerja, atau bersantai bergeser secara online.
 
Meningkatnya permintaan sumber daya online diketahui oleh penyerang dunia maya, yang melakukan serangan terhadap layanan digital paling vital atau yang semakin populer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan pemerintah AS, sejumlah rumah sakit di Paris, dan server permainan online adalah beberapa contoh target serangan DDoS pada bulan Februari dan Maret.
 
Laporan serangan DDoS Q1 2020 Kaspersky juga mengungkapkan pertumbuhan signifikan terkait serangan terhadap sumber daya pendidikan dan situs web resmi kota. Pada Q1 2020, jumlah ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2019.
 
Bagian dari serangan semacam itu berjumlah 19 persen dari total jumlah insiden pada Q1 2020. Ahli Kaspersky memperkirakan bahwa meningkatnya minat penyerang disebabkan karena masyarakat lebih bergantung pada sumber daya online stabil dan dapat diakses selama pandemi berlangsung.
 
Secara umum, jumlah total serangan DDoS pada Q1 2020 memang mengalami peningkatan. Selama periode ini, Kaspersky DDoS Protection mendeteksi dan memblokir dua kali lipat jumlah serangan dibandingkan pada Q4 2019, dan 80 persen lebih banyak dibandingkan dengan Q1 2019.
 
Durasi rata-rata serangan juga tumbuh pada Q1 2020, serangan DDoS bertahan 25 persen lebih lama daripada pada Q1 2019. Untuk membantu organisasi terlindung dari serangan DDoS di saat staf bekerja dari rumah dan selama periode lonjakan signifikan aktivitas para aktor ancaman, Kaspersky merekomendasikan sejumlah langkah.
 
Pertama yaitu Jangan panik, sebab puncak lalu lintas yang tidak terduga mungkin terlihat seperti serangan DDoS. Namun kejadian ini dapat disebabkan oleh pengguna yang sah. Mereka dapat mengunjungi sumber daya yang sebelumnya tidak begitu populer, meski terkadang mereka tidak mengaksesnya.
 
Langkah lainnya adalah dengan melakukan analisis toleransi kesalahan pada infrastruktur guna mengidentifikasi titik lemah dan meningkatkan keandalan infrastruktur. Sedangkan vektor serangan dan puncak lalu lintas diperkirakan akan terus berubah, sehingga sejumlah sumber daya dapat bekerja secara tidak stabil.
 
Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk mempertimbangkan perlindungan DDoS untuk layanan non-publik. Kemungkinan pentingnya area tersebut akan meningkat bagi keberlangsungan bisnis, sekaligus membuat mereka menjadi target bagi para aktor ancaman.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif