Kominfo menyebut telah meminta klarifikasi dan laporan dari KreditPlus terkait kebocoran data pengguna.
Kominfo menyebut telah meminta klarifikasi dan laporan dari KreditPlus terkait kebocoran data pengguna.

Kominfo Minta Klarifikasi KreditPlus

Teknologi Kominfo teknologi
Lufthi Anggraeni • 05 Agustus 2020 17:07
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika merilis tanggapannya terkait informasi bahwa platform finansial dan pinjaman online KreditPlus mengalami kebocoran data hingga 896 ribu data pribadi pengguna.
 
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut pihaknya telah meminta klarifikasi dan laporan dari pengelola platform digital KreditPlus atas dugaan tersebut serta mengambil langkah yang diperlukan untuk menjamin keamanan data pengguna.
 
"Kami sudah bersurat ke Kreditplus untuk mengklarifikasi hal itu sekaligus melaporkan ke Kominfo terkait isu kebocoran ini," ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Dirjen Aptika, sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), KreditPlus memiliki kewajiban memenuhi Standar Perlindungan Data Pribadi yang dimuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.
 
Tidak hanya pada PP No.71 tahun 2019, standar tersebut juga dimuat dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik. Melalui Semuel, Kominfo mengimbau masyarakat tetap menjaga keamanan akun masing-masing.
 
Masyarakat diimbau untuk secara rutin mengganti password berbagai akun digital, serta tidak mudah percaya dengan pihak lain yang meminta password maupun kode OTP. Sebagai pengingat, informasi terkait kebocoran data pengguna KreditPlus ini disampaikan oleh peneliti sekaligus konsultan keamanan siber Teguh Aprianto via akun Twitter @secgron.
 
Mengutip situs pelacak kebocoran data HaveIBeenPwned, kebocoran data pengguna KreditPlus meliputi nomor KTP, nama lengkap, tanggal lahir, alamat email, nama kantor, nama anggota keluarga, jenis kelamin, gaji per bulan, status pernikahan, nama ibu, nomor handphone, nama pasangan dan agama.
 
Kebocoran data pengguna KreditPlus disebut Teguh juga terjadi pada tanggal 23 Juni 2020 lalu, namun baru diunggah oleh akun penjual pada tanggal 27 Juni 2020, yaitu melalui akun Megadimarus.
 
Sebelumnya, data ini juga disebarluaskan oleh akun bernama ShinyHunters, meski berdasarkan Penelitian Teguh Aprianto juga bukan merupakan pihak penyebar data pengguna KreditPlus pertama.
 
Peneliti keamanan siber yang menjadi orang pertama yang mengungkap kasus ini menyebut bahwa data nasabah KreditPlus pertama kali diunggah pada tanggal 27 Juni 2020. Teguh juga menyebut bahwa meski kejadian ini sudah diketahui pihak KreditPlus sejak bulan Juni lalu, namun hingga saat ini, KreditPlus belum memberikan tanggapannya.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif