Vertu kembali berpindah tangan. (Wikimedia Commons)
Vertu kembali berpindah tangan. (Wikimedia Commons)

Pembuat Ponsel Mewah Vertu Kembali Ganti Pemilik

Ellavie Ichlasa Amalia • 14 Maret 2017 10:30
medcom.id: Pembuat ponsel mewah asal Inggris, Vertu, kembali berpindah tangan. Ini adalah ketiga kalinya Vertu diakuisisi sejak Nokia menjual pembuat ponsel mewah itu pada 2012.
 
Menurut The Telegraph, Vertu dibeli senilai GDP50 juta (Rp815,5 miliar) oleh Baferton, perusahaan yang didanai oleh Hakan Uzan, pebisnis Turki yang kini hidup terasing.
 
Hakan merupakan anggota keluarga Uzan yang sempat menjadi keluarga pebisnis ternama. Dalam masa keemasannya, konglomerat Uzan Group meliputi bank, sekumpulan pembangkit listrik, beberapa perusahaan TV, dan operator mobile, Telsim. 

Telsim pertama kali didirikan pada 1994 dengan uang pinjaman dari Nokia dan Motorola. Telsim mengalami masalah saat terjadi krisis DotCom dan gagal membayar hutang sebesar USD2.7 miliar (Rp36 triliun) pada 2001. Keluarga Uzan kemudian dituntut, memaksa mereka untuk membayar miliaran dollar, lapor The Verge.
 
Itu adalah awal dari kejatuhan keluarga Uzan. Pada 2004, pemerintah Turki mengambil alih lebih dari 200 perushaaan milik Uzan Group. Alasannya adalah untuk membayar utang yang diakumulasi oleh Imar Bank milik keluarga Uzan yang hampir mencapai USD5.7 miliar (Rp76,1 triliun).
 
Beberapa keluarga Uzan, termasuk kepala keluarga Kemal Uzan, melarikan dirim, mengklaim bahwa mereka menjadi target karena politik mereka. Menurut The Telegraph, keluarga Uzan mendapatkan suaka di Prancis meski tempat tinggal mereka tepatnya tidak diketahui. 
 
Namun, membeli Vertu tidak akan memecahkan masalah keuangan keluarga Uzan. Pembuat ponsel itu dikenal karena meluncurkan perangkat Android dengan spesifikasi kelas menengah dan desain mewah.
 
Dalam laporan keuangan terbarunya pada 2014, Vertu mengalami kerugian GDP53 juta (Rp864,4 miliar). Pada 2015, mereka dikabarkan berhasil menjual 450 ribu perangkat secara global dengan nilai rata-rata setiap perangkat sebesar USD6,000 (Rp80 juta).
 
Pada 2012, Nokia menjual Vertu pada grup ekuitas asal Swedia, EQT VI. Pada 2015, EQT kembali menjualnya ke Godin Holdings.
 
Dalam sebuah pernyataan resmi, juru bicara Hakan Uzan berkata, "Vertu adalah merek populer dengan pasar niche yang telah diakui. Saya tidak sabar untuk bekerja sama dengan tim Vertu dan memberikan investasi untuk membantu Vertu mencapai potensi terbesarnya."
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA