Google akan Buat Peraturan Terkait Proyek Militer
Google akan buat panduan terkait penggunaan teknologi di industri senjata. ( AFP PHOTO / LOIC VENANCE)
Jakarta: Banyak pekerja Google yang tidak setuju dengan Project Maven, proyek kontroversial dari Pentagon.

Mereka tidak hanya melakukan protes, tapi juga mengundurkan diri. Ini mendorong Google untuk mengumumkan bahwa mereka akan membuat peraturan etis terkait keterlibatan mereka dalam proyek militer, lapor New York Times

Salah satu peraturan tersebut adalah larangan menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam senjata. Juru bicara Google berkata bahwa perusahaan akan mempertimbangkan masukan dari para pekerja dalam membuat "sejumlah prinsip" terkait keterlibatan mereka dalam proyek pertahanan dan AI.


Project Maven menjadi bahan perdebatan di kalangan eksekutif Google, menurut email internal yang didapat oleh New York Times.

Pada September, dalam sebuah diskusi yang dipimpin oleh Head of Defense and Intelligence Sales, Scott Frohman, Chief Scientist dari Google Cloud dan Head of AI Lab, Stanford, Fei-Fei Li mengungkap kekhawatiran bahwa keterlibatan Google dalam Project Maven akan mengundang protes keras. 

"Hindari pembahasan tentang AI," tulis Li.

"Senjata AI adalah salah satu topik yang paling sensitif. Ini adalah daging empuk bagi media untuk mencari cara untuk merusak Google... Saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika media tahu bahwa Google diam-diam mengembangkan senjata AI atau teknologi AI akan membuat senjata untuk industri Pertahanan."

Tidak lama setelah kabar keterlibatan Google dalam Project Maven beredar, CEO Google Cloud, Diane Greene menjawab beberapa pertanyaan terkait Project Maven dalam salah satu pertemuan akhir pekan Google. Begitu juga dengan salah satu pendiri Google, Sergey Brin.

Menurut New York Times, Brin telah berbicara dengan Larry Page, CEO Alphabet, perusahaan induk Google dan CEO Google Sundar Pichai. 

Seiring dengan semakin kerasnya protes karyawan Google, Greene memutuskan untuk mengadakan diskusi terkait Project Maven, keterlibatan Google di dalamnya dan etika penggunaan AI.

Sayangnya, diskusi ini gagal menenangkan hati para karyawan Google yang merasa telah dikhianati oleh perusahaan tempatnya bekerja. 



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.