Bursa Cryptocurrency Jepang Kecolongan Rp880 Miliar

Ellavie Ichlasa Amalia 22 September 2018 13:16 WIB
cryptocurrency
Bursa Cryptocurrency Jepang Kecolongan Rp880 Miliar
Ilustrasi.
Jakarta: Bursa cryptocurrency Jepang Zaif mengumumkan bahwa mereka kehilangan sekitar Rp880 miliar karena serangan siber yang terjadi minggu lalu.

Mereka menyebutkan, mereka mengetahui tentang peretasan ini pada 17 September dan mengonfirmasinya satu hari kemudian. Mereka lalu menghubungi pihak kepolisian dan melaporkan kejadian ini. 

Tim Zaif menangguhkan pengambil dan pemasukan cryptocurrency sementara tim mereka memastikan jaringan mereka aman dari para hacker, lapor ZDNet


Para investigator masih menyelidiki detail dari serangan ini. Namun, Zaif menyebutkan, serangan terjadi pada 14 September, antara pukul 5 sampai 7 malam. Ketika itu, para penyerang mengambil uang dalam bentuk tiga cryptocurrency dari "hot wallet" perusahaan. 

Hot wallet adalah alamat cryptocurrency yang memiliki level keamanan lebih rendah, karena uang virtual di dalamnya akan digunakan untuk transaksi. Kebalikan dari hot wallet adalah cold wallet yang mengharuskan seseorang melewati berbagai sistem autentikasi untuk bisa mendapatkan akses ke dana tersebut. 

Zaif menyebutkan, sang hacker mencuri Bitcoin, Bitcoin Cash dan MonaCoin. Ketika digabungkan, nilai mata uang virtual yang dicuri mencapai JPY6,7 miliar (Rp880 miliar). Dari total nilai yang tercuri, sebanyak USD37,8 juta merupakan Bitoin.

Sebanyak 32 persen , atau sekitar JPY2,2 miliar (Rp289 miliar), total dana yang tercuri merupakan dana Zaif dan sisanya, sebesar JPY4,5 miliar (Rp591 miliar), merupakan dana pelanggan. 

Zaif adalah bursa cryptocurrency yang didirikan pada 2014 di Osaka, Jepang. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.